Jelang Keputusan Global Geopark Ciletuh, Pemprov Jabar Hidupkan 20 Seni Tradisi Nyaris Punah

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Tim Asesor UNESCO

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Tim Asesor UNESCO

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tak kurang dari 20 jenis kesenian di 13 kecamatan di Kab Sukabumi hampir punah.


Pemprov Jawa Barat dituntut menghidupkan kembali beragam kesenian tersebut, terlebih kawasan Ciletuh-Palabuanratu sudah dikategorikan sebagai taman bumi atau geopark nasional.

BACA JUGA:

Awal Agustus Ini Penentuan Geopark Ciletuh Masuk Kriteria Taman Bumi Kelas Dunia atau…

Ini Dia Tim Penilai UNESCO yang Bakal Menentukan Status Geopark Ciletuh

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, tuntutan revitalisasi seni itu kian menguat setelah kawasan geopark Ciletuh Palabuanratu masuk prioritas Unesco untuk dikategorikan sebagai global gropark atau taman bumi level internasional.

“Dari penyisiran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dari 13 kecamatan ada 43 jenis kesenian. Hampir separonya nyaris punah. Maka kita akan gali kembali,” tegas Deddy Mizwar di sela Festival Seni Budaya Geopark Nasional Ciletuh, di Pelabuanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/8/2018).

Demi Geopark Ciletuh, Pemerintah Bakal Bangun Bandara di Sukabumi

Apalagi, kata Deddy, kehadiran global geopark semakin menuntut Pemprov menghidupkan kembali tradisi yang hampir punah.

Desember mendatang, tim penilai Geopark Unesco dijadwalkan akan mengumumkan hasil penilaian Geopark Ciletuh, lolos atau tidak sebagai global geopark. “Desember ini dapat keputusannya mudah-mudahan kita lolos apa yang dinilai oleh Unesco. Keputusannya mutlak di tangan mereka, kita sudah berusaha terbaik,” paparnya.

Guna melestarikan tradisi yang ada, Pemprov Jabar tahun ini menggelar rangkaian tiga festival budaya, yakni di Cisolok, Ujunggenteng dan Palabuanratu.

(atp/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds