Modus Baru, Lebih dari 3 Kuintal Ganja Diselundupkan Pakai Bus Berstiker Jasa Marga

BNN ungkap penyelundupan ganja.  Foto: Nida Khairiyyah/Radar Bandung

BNN ungkap penyelundupan ganja. Foto: Nida Khairiyyah/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat mengamankan 323 bungkus paket narkotika golongan I jenis ganja senilai Rp 3 miliar.


Barang tersebut diselundupkan tiga orang tersangka dari Aceh menuju Jawa Barat melalui Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan mini bus silver yang sudah dimodifikasi untuk disebrangkan.

Untuk mengungkap ganja tersebut, Tim Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Barat gabungan bersama tim Deputi Pemberantasan BNN Rl berkoordinasi dengan Bea Cukai Tanjung Priok, Selasa (22/8/2017).

BNN ungkap penyelundupan ganja. Foto: Nida Khairiyyah/Radar Bandung

Kabid Berantas BNN Provinsi Jawa Barat, AKBP Daniel, mengatakan pengungkapan dilakukan ketika kendaraan Minibus Isuzu Elf No Pol B-7106-IT warna silver yang dicurigai tiba di Tanjung Priok.

Tim gabungan langsung melakukan pembuntutan. Setelah kendaraan sampai di TKP Perum Jaka Permai Jalan Cemara Raya RT 01/RW 06 A Bekasi Barat, Kota Bekasi, seorang tersangka berinisial SA berhasil diciduk.

Baca Juga:

Perang Lawan Narkoba ala Duterte, Wali Kota dan Istrinya Ditembak Mati

Ini Sosok Sisi Salsabila, Artis yang Ditangkap Bersama Pretty Asmara Saat Pesta Narkoba

“Ini adalah modus baru, karena mereka menggunakan mobil yang dimodifikasi stiker jasa marga agar lolos pemeriksaan, selain itu para tersangka pun menyimpan bungkusan ganja berwarna coklat per satu kilogram di bawa jok mobil,” lanjut AKBP Daniel di kantor BNN Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jumat (25/8/2017).

Hasil penyelidikan sementara, tersangka SA adalah pemesan dari M dan D di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hasil kerja sama dengan pihak kepolisian dan bea cukai, ketiga tersangka yang berhasil diamankan dibawa ke BNN Provinsi Jawa Barat untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 111 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 dengan UUD No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dijerat pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana minimum 6 tahun dan 20 tahun dengan ancaman denda maksimum Rp 25 miliar.

Sementara Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Rusnadi, mengatakan sejumlah pelaku lain ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …