Di JAMPIRO 2017, Aher Kenalkan Jurnalisme Tabayyun

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada acara Jambore PR Indonesia (JAMPIRO).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada acara Jambore PR Indonesia (JAMPIRO).

POJOKBANDUNG.com – Pers sejumlah fungsi, di antaranya, fungsi informasi yang menyajikan berita kepada masyarakat tentang suatu kejadian.


Kemudian fungsi hiburan yang bermuatan minat masyarakat, fungsi pendidikan yang menyajikan pengetahuan, serta yang terpenting adalah fungsi kontrol sosial, di mana media menjadi penyeimbang terhadap peran sosial dan politik masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan, informasi yang disajikan media, haruslah merupakan fakta, kejadian yang benar, atau berasal dari narasumber yang kredibel.

Karena kata Aher, melihat kondisi saat ini, sangatlah rawan masyarakat mengkonsumsi berita bohong, bahkan fitnah, yang kini diistilahkan ‘hoax’.

Baca Juga:

Hari Jadi ke-72, Pemprov Jabar Kebut Program Listrik Desa

Hari Perumahan Nasional, Pemerintah Apresiasi Pemprov Jabar dalam Kemudahan Perizinan

Pejabat Eselon Pemprov Jabar Dirotasi, Deddy Mizwar Ingatkan Netralitas PNS di Pilgub Jabar

Festival Indonesia 2 di Rusia, Pemprov Jabar Boyong 29 Pelaku Usaha ke Moscow

Tak jarang, berita yang mengkhianati kode etik tersebut juga mengandung unsur adu domba, bahkan dengan bahasa yang kurang baik. Namun mirisnya, justru tak sedikit masyarakat yang malah reaktif dan turut menjadi penyebar ‘hoax’.

Ada pun fenomena ‘hoax’ sambung Aher, merupakan efek samping dari kemajuan teknologi informasi. Tumbuh kembangnya penggunaan media sosial, membuat setiap orang bisa memposisikan dirinya sebagai jurnalis (citizen jurnalisme), yang dengan mudah disebarluaskan.

“Kini setiap orang bisa berperan sebagai pers. Ia bisa buat berita sendiri, menyebarkan sendiri. Kalaulah di sebuah perusahaan media ada pimpinan redaksi (pimred), ya setiap orang bisa jadi pimred juga untuk dirinya masing-masing,” ungkap Aher, pada acara Jambore PR Indonesia (JAMPIRO), di Yogyakarta, Rabu (23/08/17).

Menurut hasil survey Puskakom UI dan APJII penggunaan internet terbanyak adalah jejaring sosial 87,4%, mesin pencari 68,7%, chatting 59,9%, dan pencarian berita 59,7%.

Loading...

loading...

Feeds