Waspada Saat Beli Hewan Kurban Awas Antraks

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewaspadai penyakit yang bisa menjangkit hewan kurban, yakni sapi dan domba.


Untuk memastikan kelayakan hewan kurban sebelum disalurkan kepada masyarakat, pemerintah menerjunkan tim pemeriksa hewan kurban ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. (Baca: Hasil Sidang Isbat: Idul Adha 2017 Jatuh pada…)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dewi Sartika mengatakan, penyakit yang diawasi adalah antraks, brosillosis dan rabies. “Sejauh ini belum ada kasus yang ditemukan. Tapi kami mewaspadai penyakit hewan yang menular kepada manusia,” terangnya.

Ia melanjutkan, tim pemeriksa hewan yang diterjunkan melakukan pemeriksaan berjumlah 1.000 orang. Setiap Kabupaten/Kota mendapatkan jatah 50-60 orang yang merupakan kumpulan berbagai elemen, yakni dokter hewan dan masyarakat yang sudah menuntaskan pelatihan di bawah balai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

“Yang dilibatkan yang pasti dokter hewan, ada juga bantuan dari universitas,” ucapnya.

Tim pemeriksa hewan tersebut nantinya akan memberikan identitas berdasarkan kategori hasil pemeriksaan, yaitu layak atau tidak layak. Dewi Sartika melanjutkan, pihaknya pun melakukan pemeriksaan secara ketat daerah distributor sapi dan domba.

“Hewan yang didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, tentu kita melakukan cek point, ada di Banjar, ada di Gunur Sindur, ada di losari juga, kita tentu mengecek disitu ketat sekali, kalau tidak ada surat keterangan kesehatan hewan dari kab/kota atau provinsi yang mengirim hewan ke Jabar, tentu tidak memperbolehkan masuk ke Jabar,” terangnya.

Untuk tahun ini, pasokan hewan kurban mengalami kenaikan 5-10 persen di tahun sebelumnya. “Kalau estimasi hewan kurban di Jabar itu kurang lebih sekitar 806 ribu sekian, sapinya 116 ribu ekor, kemudian kerbaunya 3.200 ekor, jumlah ternak dombanya 600 ribuan ekor, kambingnya 92-93 ribuan ekor,” ucapnya.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds