DILO Festival 2017 Dorong Digitalpreneur Jadi Pemain Global

Wakil Walikota Bogor Usman Hariman (berdiri, tengah), Managing Director Indigo.id Ery Punta (berdiri, kedua kanan) dan GM Witel Telkom Bogor Parama Arta (berdiri, kedua kiri) dan para digitalpreneur setelah pembukaan DILo Festival 2017 di Telkom Bogor, Jumat (18/8/2017) pagi. (istimewa)

Wakil Walikota Bogor Usman Hariman (berdiri, tengah), Managing Director Indigo.id Ery Punta (berdiri, kedua kanan) dan GM Witel Telkom Bogor Parama Arta (berdiri, kedua kiri) dan para digitalpreneur setelah pembukaan DILo Festival 2017 di Telkom Bogor, Jumat (18/8/2017) pagi. (istimewa)

DILo adalah Digital Inovation Lounge yakni Creative Camp yang dibangun guna menumbuhkan ekosistem yang sehat di bidang kreatif digital dengan harapan mampu menumbuhkan bibit-bibit digitalpreneur di Indonesia. Creative Camp ini dibangun oleh MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia ) dengan dukungan PT Telkom Indonesia yang kini telah tersebar di 15 kota di Indonesia.


“Bentuk kegiatan DILo Festival 2017 ada tiga yakni Pameran Startup Digital, Seminar, dan Present Top 5 kompetisi local,” kata Ery.

Pameran Startup Digital ini mengundang beberapa startup digital untuk berpartisipasi dan memperlihatkan karyanya kepada para peserta maupun tamu undangan yang hadir.

Seminar akan bertajuk “Local Digitalpreneur For National Competitiveness”, diisi pemateri yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam bidang industri kreatif digital di Indonesia.

Terakhir, kata dia, present Top 5 kompetisi lokal yakni kegiatan lanjutan dari kompetisi lokal yang telah mengurasi tim startup menjadi Top 5 dengan ide produk yang bagus agar dapat dipresentasikan ke publik area dan pemberian penghargaan serta hadiahnya.

Wakil Walikota Bogor Usman Hariman mengatakan, pada hari ini, tidak ada yang tak tersentuh oleh teknologi. Semua orang perlu perlu teknologi namun yang efektif dan efisien.

“Kuncinya bisa optimal dan efektif, sekaligus bisa mengurangi dampak negatif secara signifikan. Kami di Bogor sudah banyak dibantu oleh PT Telkom, terutama dalam mencapai visi menjadi smart city, heritage city, dan green city,” katanya.

Menurut dia, DILo Festival adalah wujud nyata dukungan pada program smart city agar bisa berjalan lebih optimal.

“Kita memang ketinggalan soal digitalpreneur dibandingkan negara lain tapi tentu tak boleh putus asa. Banyak anak muda kita jago IT tapi dihire negara lain, sekarang ditarik agar menjadi pelaku, menjadi penentu dan bisa dapat peroleh bukan hanya rupiah, tapi juga dollar,” pungkasnya.

(azm)

Loading...

loading...

Feeds