Persib Dianakemaskan? Ada Enggak Klub yang Dendanya Sudah Rp 680 Juta?

Penggawa Persib melakukan selebrasi gol Atep dalam kemenangan 2-0 Persib atas Sriwijaya FC. (Riana Setiawan)

Penggawa Persib melakukan selebrasi gol Atep dalam kemenangan 2-0 Persib atas Sriwijaya FC. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Bobotoh di media sosial ramai mengkampanyekan gerakan tagar Unfollow Persib. Salah satu yang membuat gerah bobotoh ialah isu Persib yang dianakemaskan dalam kompetisi.


Saat dikonfirmasi ke Media Officer Persib, Irfan Suryadireja, dia menampik mentah-mentah anggapan tersebut. Dia memberikan beberapa alasan kenapa Persib tak layak disebut sebagai tim yang dilebeli spesial di kompetisi.

Baca Juga:

Polres Bandung Terjunkan 1.800 Personel Amankan Laga Persib Melawan Persegres 

Persib Vs Persegres: “Sepakbola Bukan Olahraga Tinju”

Menurut Irfan, Persib Bandung saat ini sedang berada di peringkat ke-12 klasemen sementara Liga 1 2017. Kalau berada di posisi yang bagus dan menguntungkan tim, maka Persib layak dicurigai.

Ia juga menyebut bahwa saat ini Persib menanggung denda besar. Jika dianakemaskan, bagaimana mungkin mendapat hukuman seberat itu.

“Denda kami sekarang hampir Rp 680 juta. Ada enggak klub lain seperti itu? Apakah itu disebut anak emas?” tandas Irfan kepada awak media, Jumat (18/8/2017).

Baca Juga:

Jose Siap Pertajam Ezechiel untuk Laga Persib setelah Kemerdekaan

Striker Anyar Persib Ezechiel dan Pemain Asing di Liga 1 Ini Kesandung Aturan FIFA, Salah Siapa?

Irfan mengerti perkataan Persib “anak emas” kompetisi berasal dari suporter tim lain. Dia berharap bobotoh tak mudah terpancing dan larut dalam isu tersebut, bukan turut membantahnya.

“Kenapa permasalahan sekarang Persib anak emas kok oknum Bobotoh jadi ikut-ikutan ya? Padahal itu dari pihak luar. Harusnya dikaji dulu ditelaah dikonfirmasi betul enggak selama ini tuduhan-tuduhan itu,” tandasnya.

(dkk/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …