Kontroversi Patung Tuban, “Pak Jokowi, Selamatkan Patung Dewa Kami!”

Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)

Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)

POJOKBANDUNG.com – Mahasiswa Buddhis Indonesia melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait dengan polemik patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban. Patung tersebut terancam dirubuhkan.


Dalam isi suratnya, mahasiswa berharap Indonesia bebas dari berbagai gangguan yang dapat mengancam Pancasila sebagai ideologi negara, terciptanya toleransi antar umat beragama dan iklim pluralisme yang teduh di Indonesia.

Belakangan ini muncul polemik dan desakan dari beberapa oknum ormas yang mengatasnamakan “Boemiputera Menggugat”.

“Tindak tanduknya mengatasnamakan Pancasila, namun tindakannya sangat bertolak belakang dengan pancasila. Mereka menuntut agar patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban dirubuhkan,” kata Ketua PC Hikmahbudhi Jakarta Timur, Abhinyano, dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8/2017).

Mahasiswa Buddhis Indonesia (Istimewa)

Abhinyano menambahkan alasan yang mendasari gerakan untuk merobohkan patung dewa tersebut sangat mendiskreditkan aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari Agama Buddha.

Baca Juga:

Waduh! Jika Dibiarkan Sikap Intoleran Akan Naik Tingkat Jadi Mengerikan 

Awas, Konflik SARA Pecah, Pilkada di Jabar Bisa Hancur! 

Ormas itu menganggap bahwa patung Dewa Kwan Sing Tee Koen bukanlah bagian dari ritual pemujaan suatu agama yang diakui di Indonesia dan tidak mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami ingin bertanya, apakah dengan berdirinya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dapat mengancam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika? Mendirikan patung adalah bentuk ekspresi keagamaan,” tukasnya.

Patung tersebut, kata dia, merupakan salah satu representatif dewa dari aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari agama Buddha.

Loading...

loading...

Feeds