Sepuluh Bus Baru Hibah Kemenhub Layani Rute Bandung-Majalaya

Petugas Dishub Kota Bandung memeriksa kondisi bus saat pemeriksaan mulai dari kelayakan administrasi dan fungsi teknis seperti rem, ban, spidometer di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung.

Petugas Dishub Kota Bandung memeriksa kondisi bus saat pemeriksaan mulai dari kelayakan administrasi dan fungsi teknis seperti rem, ban, spidometer di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan Jawa Barat memeroleh hibah 10 bus rapid transit (BRT) dari Kementerian Perhubungan. Bus akan melayani angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), Bandung-Majalaya.


Sebelum dioperasikan, Pemprov Jabar terlebih dulu menunggu lelang operator rampung, sambil menyelesaikan armada menjadi plat kuning.

BACA JUGA:

Dishub Jabar Larang Pengusaha Taksi Online Rekrut Driver Baru

Tukang Ojek Konvensional Banting Stir Jadi Kuli Bangunan, Jawaban Kadishub Kab Bandung Mak Jleb!

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik menyebut, pemilihan rute Bandung-Majalaya dikarenakan pelayanan di jalur itu yang masih kurang. Terkait alasan kebutuhan operator, dimaksudkan agar pelayanan yang diberikan bisa optimal karena pergerakan bus ini masuk kategori AKDP.

Pihaknya menghitung biaya kontrak layanan ini totalnya mencapai dan sudah dianggarkan Rp2,39 miliar. Pembayarannya Rp5.602,85/kilometer. “Kami tidak langsung menunjuk Damri karena berharap ada semacam beauty contest dari operator lain. Kalau Damri mau ikut silahkan saja,” ujarnya di Bandung, Selasa (8/8).

Ia menjelaskan, rencananya, setiap bus melayani trayek  Kota Bandung-Kab Bandung selama 6 kali perjalanan setiap harinya. Rutenya sendiri dari Terminal Leuwipanjang-Kopo-BKR-MochToha-Dayeuhkolot-Ciparay dan berakhir di Terminal Majalaya.

Data Dishub Jabar, dengan panjang lintasan 27,5 kilometer lebih, bus sedang ini rencananya beroperasi melayani masyarakat umum dari pukul 06.00-18.00 WIB. Adapun untuk tiket jarak tersebut masyrakat akan dikenakan tarif Rp5.000.

Dedi berharap program ini berjalan lancar setelah pihak operator didapat. BRT menurutnya ditargetkan akan menjadi layanan transportasi umum guna menggantikan kendaraan pribadi. Dua daerah yang dilintasi Trans Metro Bandung ini, menurutnya, paling banyak dilalui oleh masyarakat.

“Arahnya untuk modernisasi pelayanan transportasi ke depan, ini salah satunya,” pungkasnya.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds