Mengapa Garam Penting bagi Kehidupan?

Pedagang merapikan garam di salah satu kios sembako pasar Kosambi Kota Bandung. FOTO: RAMDHANI/RADAR BANDUNG

Pedagang merapikan garam di salah satu kios sembako pasar Kosambi Kota Bandung. FOTO: RAMDHANI/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com – Garam dapur sebagai bumbu pelengkap sudah menjadi bagian dalam makanan sehari-hari. Namun, sudah dua pekan bumbu pokok ini sulit ditemui di pasaran.


Di sisi lain, fungsi garam juga besar bagi kesehatan. Di balik rasanya yang asin, garam baik bagi metabolisme tubuh.

Dalam garam dapur terkandung beberapa unsur kandungan manfaat misalnya, yodium, pospor, kalsium ataupun kalium.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinkes, Kota Bandung, Henny Rahayu Ningtyas.

Masing-masing unsur dalam garam, sambung Rahayu Ningtyas, mempunyai fungsi di dalam metabolisme tubuh.

Tapi, seandainya manusia mengkonsumsi garam secara berlebihan maka akan timbul gangguan hipertensi, jantung bahkan kerja ginjal akan berat.

Baca Juga:

Garam Impor Tiba 10 Agustus

Harga Garam Naik, Ikan Asin Ikut Mahal 

Waduh Gimana Nih, Garam Beryodium Langka di Daerah Penghasil Garam

“Jadi mengkonsumsi garam harus terkontrol,” ucap Henny kepada Radar Bandung (grup pojokbandung.com).

Jika manusia, khususnya anak, kekurangan asupan unsur yang terkandung di dalam garam, masa pertumbuhan kecerdasannya bakal terganggu.

“Tapi jika terjadi pada orang dewasa kelenjar tiroidnya akan membengkak (gondok),” jelasnya.

Henny mengungkapkan, seandainya memang benar garam dapur di pasaran sulit didapatkan. Masyarakat bisa mengganti alternatif lain pengganti garam beryodium misalnya, mengkonsumsi buah-buahan, makanan kaleng atau keju.

Loading...

loading...

Feeds