Gubernur Jabar Raih Penghargaan Kepala Daerah Penggerak Ekonomi Syariah

Pemberian penghargaan kepala daerah penggerak ekonomi syariah dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Pemberian penghargaan kepala daerah penggerak ekonomi syariah dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dianugerahi penghargaan sebagai kepala daerah penggerak ekonomi syariah, dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta.


Penghargaan disampaikan pada acara Silaturahmi Kerja Nasional IAEI dan sekaligus halal bi halal Stakeholders Ekonomi Islam yang bertemakan; “Ekonomi Islam untuk Rakyat.”

Ketua Bappenas selaku Ketua IAEI, Bambang Brodjonegoro, menyerahkan penghargaan tersebut yang diterima Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat Dudi Sudradjat Abdurachim, mewakili Gubernur Jabar.

Usai penerimaan, Dudi menjelaskan salah satu alasan pemberian penghargaan adalah pendirian bjb syariah yang terpisah dari induknya bjb (konvensional). Di bjb, Gubernur Jawa Barat memegang posisi sebagai pemegang saham pengendali.

Baca Juga: Jemaah Kabupaten Cianjur Berangkat, Berikut Adalah Pembagian Kloter Haji Jabar 2017  

“Di Jawa Barat sendiri, ekonomi syariah diyakini akan dapat menyelesaikan persoalan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi secara simultan,” katanya, Jumat (28/7/17) lalu.

Sebelumnya, di Istana Negara pada rangkaian acara yang sama, Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia seharusnya bisa memimpin dan menjadi pusat keuangan dunia. Hal ini dilatari Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar.

“Dengan modal kekuatan populasi umat Islam terbesar di dunia, sudah seharusnya dan sudah sepantasnya Indonesia menjadi terdepan, menjadi pemimpin, dan pusat keuangan syariah dunia. Harusnya seperti itu. Dan, sudah sepantasnya seperti itu,” kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat Peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan Peresmian Pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAE), Kamis (27/7/2017).

Indonesia telah memiliki 34 bank syariah, 58 takaful atau asuransi syariah, 7 modal ventura syariah, rumah gadai syariah, dan lebih dari 5.000 lembaga keuangan mikro syariah. Semua institusi keuangan itu memiliki 23 juta pelanggan.

Loading...

loading...

Feeds