Di Balik Pengungkapan Kasus 1 Ton Sabu, Ada Peran AKP Ocha

AKP Ocha adalah anggota Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang menggagalkan penyelundupan satu ton sabu (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)

AKP Ocha adalah anggota Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang menggagalkan penyelundupan satu ton sabu (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)

Saat SD, Ocha meraih juara tiga tingkat nasional dalam lomba mata pelajaran kesenian. Saat SMP, Ocha juga juara nasional festival musik tradisi nusantara. Prestasi itu tetap konsisten diraihnya saat SMA. Ocha meraih juara olimpiade matematika dan Paskibra Provinsi Maluku.


“Saya dari SD, SMP, SMA di Ambon. Orang tua saya mengajarkan jangan pikirkan yang lain, artinya saya harus fokus belajar, jangan sampai memalukan orang tua. Jangan sampai ibu dan bapak ambil rapor duduk paling belakang. Karena saya harus juara kelas, enggak boleh lebih dari ranking 4,” kata Ocha.

Ocha menjalani semangat yang diberikan orang tuanya dengan senang hati. Terbukti, dari setiap prestasi yang diraihnya selalu membuat orang tuanya bangga. Almarhum ayahnya adalah seorang sipir lapas di Ambon, sedang sang ibunda merupakan seorang bidan.

“Saat SMA saya berada di kelas unggulan, begitu juga SMA unggulan tepatnya di SMAN 1 Ambon. Hitungannya semua adalah orang pintar di sana. Jadi saya selalu berusaha bisa menyesuaikan diri enggak jauh rankingnya,” kata perempuan pecinta mi instan itu.

Baca Juga:

Pura-pura Mancing Selama 2 Bulan Demi Menyelundupkan 1 Ton Sabu-sabu

Polisi Ungkap Penyelundupan Sabu 1 Ton! Nilainya Setara Korupsi E-KTP

Kecintaan Ocha di dunia Paskibra mempertemukannya pada senior-senior dan para taruna. Saat itu keinginannya menjadi polisi akhirnya bisa tersalurkan. Ocha memutuskan diri masuk Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2004.

“Sampai pada akhirnya, 2004 saya ikut tes Akpol karena saran dari para taruna di Paskibra. Lalu lulus Akpol pada 2007 langsung penempatan Polda Sulawesi Tenggara. Penempatan pertama di Polres Kolaka sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK),” tuturnya.

Di Polres Kolaka, Ocha juga pernah menjabat sebagai Kanit Lantas, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Pjs Kapolsek hingga akhirnya dia dimutasikan menjadi Kapolsek di Polsek Kemaraya di bawah Polresta Kendari.

“Saya menikah di usia 25, pada 2012, saat itu di bertemu suami saya di kota Kolaka tempat tugas pertama. Begitu hamil, masuk Polda menjadi Kanit Tipikor (Subdit Tipikor). Lalu dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara selama dua tahun,” papar perempuan yang hobi fitness itu.

Selesai menjabat sebagai Kasat Reskrim, Ocha lantas masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) selama 18 bulan. Setelah itu, Ocha ditempatkan di Bareskrim Polri Direktorat IV Narkoba hingga dimutasikan ke Polda Metro Jaya dan ditempatkan di Polresta Depok sebagai Wakil Kepala Satuan (Wakasat) narkoba.

Ocha juga menjadi Kepala Tim Penyelidikan (Katim Lidik) penangkapan penyelundupan 1 ton sabu asal Taiwan yang melejitkan namanya.

(ika/jpg)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …