Cerita Wanita Indonesia Korban ISIS: yang Mereka Inginkan Hanya Perempuan dan Seks

BERHARAP SELAMAT: Salah satu penghuni kamp pengungsian di Ain Issa. (Adam Doby/CNN)

BERHARAP SELAMAT: Salah satu penghuni kamp pengungsian di Ain Issa. (Adam Doby/CNN)

ISIS juga menjanjikan untuk membantu anaknya yang autis dan belum bisa berjalan meski sudah berusia tiga tahun.


Difansa mengaku mendapatkan tawaran itu dari situs di Internet. Memang, begitu sampai Raqqa, ISIS merawat penyakitnya. Dan anak lelakinya juga bisa berjalan ketika mereka ke Mosul untuk mendapatkan perawatan.

Difansa tidak datang sediri. Dia bersama keluarga lain, termasuk dua adiknya, Nur Kharadhania, 19, dan Syarafina Nailah, 21. Total ada 17 orang. Sembilan perempuan, lima lelaki, dan tiga anak.

Untuk mencapai Raqqa, mereka terbang dari Jakarta dan membayar banyak sogokan agar perjalanan itu mulus. Mereka hendak menjalani kehidupan baru di Raqqa.

Baca Juga:

Miris! Cerita Seks dari Istri-istri ISIS yang Melarikan Diri

Pemimpin ISIS Tewas, Kekuatan Tersisa 1.000 Militan

Tetapi, semua itu berbalik arah ketika para lelaki dari kelompoknya menolak menjadi pejuang. Mereka pun melarikan diri. Saat ini, para lelaki sedang menjalani interogasi oleh intelejen Kurdi di Kobane. Para perempuan dan anak-anak menanti di Ain Issa.

Nur menceritakan, dia dijanjikan gaji besar dan akan diberikan rumah besar untuk keluarga. Tetapi janji tinggal janji. Mereka meninggalkan Raqqa 23 hari yang lalu, terutama setelah serangan intensif dilayangkan Syria ke Raqqa.

Ketiga perempuan itu sepakat dan merasakan hal yang sama. Jijik dengan kenyataan kalau para anggota ISIS itu terobsesi dengan perempuan.

Mereka dimasukkan dalam list perempuan single dan ditawari pernikahan oleh banyak lelaki asing. Tawaran datang pagi dan harus di jawab malam. Mereka sangat kecewa setelah mengetahui kalau ISIS bukan Islam “asli”.

Loading...

loading...

Feeds