Pertanyakan Pembangunan Trotoar dan Mesin Parkir, DPRD Kota Bandung Ancam Perketat Anggaran Pemkot Bandung

Erwan Setiawan

Erwan Setiawan

Menurut Erwan, Kota Bandung belum bisa sepenuhnya meniru pembangunan infrastruktur di luar negeri. Sebab kultur di Bandung tidak sama dengan luar negeri.

“Kalau mereka (luar negeri), moda transportasi umum sangat digunakan masyarakat. Sehingga fasilitas trotoar digunakan untuk para pejalan kaki,” bebernya. ‎

“Sementara di kita kan belum maksimal penggunaan moda transportasi umum, jadi ya belum ada gunanya bikin trotoar besar-besar.”

Selain itu, pengadaan mesin parkir yang menghabiskan dana miliaran rupiah, manfaatnya belum terasa.

Baca Juga:

Telan Dana Rp56 Miliar, Mesin Parkir Baru di Bandung Beroperasi Bulan Mei

Wow…Pemkot Bandung Luncurkan Bandung Smart Card

Warga Protes Pembangunan Trotoar-Drainase Rp93 Miliar Hanya Dilakukan di Pusat Kota Bandung

Resmikan Trotoar, Ridwan Kamil Jalan Kaki dari Dago sampai Pendopo

Mesin Parkir Kota Bandung Harus Dievaluasi, Dewan Khawatir Jadi Temuan BPK

“Sementara masalah mendasar terkait kesejahteraan sosial masih ada masalah,” tegasnya.

Erwan menganggap perlu dilakukan pengawasan lebih ketat dalam penganggaran. Sehingga bisa dipantau setiap penggunaan anggaran sehingga sesuai dengan kebutuhan warga Kota Bandung.

‎(mur)

Loading...

loading...

Feeds