Braga Bandung, Pusat Bisnis dan Hiburan Legendaris Sejak Zaman Belanda

Lampu dari kendaraan saat melintas menuju Jalan Braga yang kini telah berusia 135 tahun, Minggu (2/7) pagi. FOTO: RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG

Lampu dari kendaraan saat melintas menuju Jalan Braga yang kini telah berusia 135 tahun, Minggu (2/7) pagi. FOTO: RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Jalan Braga, Kota Bandung menjadi salah satu magnet wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak zaman kolonial jalan bernuansa klasik ini menjadi pusat perniagaan.


Sebagai pusat perniagaan yang melegenda hingga dijadikan cagar budaya oleh pemerintah Kota Bandung, tentu menjadi daya tarik bagi para pengusaha untuk berinvestasi di Jalan Braga.

Jika melintas di Jalan Braga, wisatawan sudah dimanjakan dengan bangunan kolonial.

Baca Juga:

Ibu Kita Dewi Sartika, Sejak Kecil Dicap Pemberontak

Dewi Sartika Sejak Remaja Sudah Membuka Sekolah Lewat Permainan, Dimata-matai Aparat Belanda 

Sejarah di Balik Nama Jalan Kautamaan Istri Bandung

Dewi Sartika Berjejaring dengan Adik Kartini, Diundang HOS Tjokroaminoto

Belum lagi dengan cafe dan restoran yang berjajar rapi di sepanjang Jalan Braga menambah minat wisatawan untuk berwisata belanja di Braga.

Menjadi pusat wisata dan perbelanjaan tentu menjadi pendapatan lebih bagi para pengusaha yang berinvestasi di Jalan Braga.

Salah satu cafe yang berada di Jalan Braga, Suga Rush juga mendapat hasil memuaskan di Jalan Braga, setiap harinya.

Dari penuturan pegawai Veby Ramdhani (21), perputaran uang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta setiap bulan.

Keuntungan menggiurkan pun disampaikan oleh penjual es krim yang berada di sekitar Jalan yang pada periode tahun 1900-an dikenal sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) itu.

Tini (40), dari usaha yang diberi nama Cream on Wheels itu mampu meraup sekitar Rp20 juta setiap bulan.

“Mau week end atau week day, penjualannya bagus, stabil,” ujar wanita yang sudah merintis usahanya sejak empat tahun lalu.

Loading...

loading...

Feeds