Cijapati-Kamojang, Jalur Alternatif Ekstrem Favorit Pemudik

jalur alternatif via Cijapati dan Kamojang, Kecamatan Ibun, Kab Bandung. (Hakim Baihaqi)

jalur alternatif via Cijapati dan Kamojang, Kecamatan Ibun, Kab Bandung. (Hakim Baihaqi)

“Pemudik kemudian mengambil rute kiri menuju Yogyakarta, Jawa Tengah, Tasikmalaya, Ciamis dan Yogyakarta. Kami pun mengerahkan pasukan dibeberapa titik untuk menyalurkan informasi kepada pemudik dimulai dari daerah bawah (Majalaya),” katanya.


Asep membeberkan, pihak kepolisian dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung untuk bersiaga di pos Gatur Patrol dikarenakan jalan yang terjal sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pemudik.

Selain itu, pihaknya menerjunkan mobile  patrol dari perbatasan Kamojang hingga Datar Keusik Gatur pada malam hari dikarenakan minimnya Penerangan Jalan Umum di kawasan tersebut‎.

“Kami pun sudah koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Bandung jika ada salah satu penerangan yang bermasalahnya,” ucapnya.

Sementara Penanggung Jawab Posko Induk Nagreg Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Abi Basarah, mengungkapkan volume kendaraan yang melintasi jalur Cijapati cenderung dibandingkan tahun lalu, penurunan tersebut hingga 40%.

“Tahun lalu sampai di H+5 13.377 kendaraan, tahun berkurang hingga 9469 kendaraan,” ujarnya.

Abi menyebutkan penurunan volume kendaraan dijalur alternatif tersebut diakibatkan tidak terjadinya kepadatan yang signifikan dijalur utama Garut, sehingga pengendara lebih memilih jalur utama. “Jalur alternatif dipergunakan ketika jalur utama tidak dapat membendung,” tandasnya.

(kim)

Loading...

loading...

Feeds