Nasib Berglust, Dulu Primadona Kini Terlantar

Kondisi tempat rekreasi kolam renang Berglust di Jalan Sukimun RT1/4 Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah sangat mengkhawatirkan. (Gatot Pudji)

Kondisi tempat rekreasi kolam renang Berglust di Jalan Sukimun RT1/4 Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah sangat mengkhawatirkan. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kondisi tempat rekreasi kolam renang Berglust di Jalan Sukimun RT1/4 Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah sangat mengkhawatirkan. Bangunan tua dan bersejarah peninggalan Belanda itu sudah sejak lama dibiarkan hingga tak terurus serta dipenuhi semak belukar. Bahkan bangunan-bangunan sepeninggalannya pun kini telah hancur.


Seperti diketahui, Kolam Renang Berglust atau biasa disebut Berkleus merupakan salah satu obyek wisata di kota Cimahi. Di area kolam renang tersebut dipadukan dengan peletakan satwa-satwa liar seperti buaya, bermacam jenis ular, kera serta beragam burung dan taman untuk area bermain anak.

Hal itulah yang menjadikan kolam renang ini banyak diminati oleh pengunjung terutama orang Cimahi pada masa lalu. Tak jarang pula orang luar Cimahi yang sengaja datang untuk menikmati suasana di area kolam yang hanya memiliki luas 1 hektare tersebut.

“Dulu banyak pengunjungnya. Dari luar Cimahi seperti Cicalengka dan Rancaekek juga datang kesini, kan deket dari stasiun Cimahi, jadi mereka tau kalau di Cimahi ada obyek wisata,” ujar Ketua RW 04 Uding (63), saat ditemui di rumahnya Jalan Sukimun, Rabu (28/6).

Selama kolam renang itu beroperasi, lanjut dia, warga sekitar cukup terbantu dari sisi ekonomi. Kegiatan berjualan di area kolam renang menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh warga. “Alhamdulilah, warga bisa jualan untuk menambah penghasilan. Ada juga warga yang dipekerjakan oleh pihak pengelola,” katanya.

Namun, seiring waktu berjalan, kolam renang itu mulai tak lagi kondusif. Konon, dikarenakan oleh faktor sengketa lahan yang hingga saat ini seakan tak kunjung usai.

Warga pun mulai khawatir akan timbulnya penyakit yang dapat membahayakan kesehatan. Terlebih lagi, jika turun hujan air akan menggenangi kolam. Dan itu bisa menjadi sarang nyamuk serta berpotensi masyarakat mudah terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Jelas kami khawatir penyakit malah datang karena kolamnya tidak terurus,” tuturnya.

Dengan demikian, warga pun berharap agar ada yang bisa mengembalikan fungsi kolam renang tersebut. Sebab, disamping jauh dari penyakit, warga pun bisa memanfaatkan untuk membukan usaha di areal kolam renang Berkleus. “Tentunya kami berharap ada yang peduli dengan kondisi lingkungan di wilayah kami,” harapnya.

Terlepas siapapun itu, lanjut Uding, apabila ada yang mau membenahi kolam renang bersejarah ini, warga tentunya akan senantiasa mendukung niatan baik tersebut. “Daripada dibiarkan, lebih baik difungsikan lagi. Kan lebih bermanfaat. Intinya warga sangat berharap kolam renang ini berfungsi lagi,” tuturnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …