Kata Balon Walikota Bandung Ini Ekonomi Syariah Bukti Islam Agama ‘Kanyaah’

Khaerul Umam saat berbicara dalam acara Dialog Ekonomi Syariah Bersama Bakal Walikota Bandung, di Gedung Pusdai, Jl Diponegoro Kota Bandung, Jumat (16/6/2017).

Khaerul Umam saat berbicara dalam acara Dialog Ekonomi Syariah Bersama Bakal Walikota Bandung, di Gedung Pusdai, Jl Diponegoro Kota Bandung, Jumat (16/6/2017).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terkait penerapan ekonomi syariah, bakal calon Wali Kota Bandung Khaerul Umam menegaskan, pembangunan ekonomi Islam tak akan berjalan mulus tanpa campur tangan pemerintah melalui dukungan regulasi. Padahal, jika Sistem ekonomi syariah atau ekonomi Islam diotimalkan, dapat dipastikan akan menciptakan kesejahteraan seluruh ummat.


“Pemerintah (Kota Bandung) hingga saat ini masih susah payah mengejar PAD dari retribusi hiburan malam yang hanya menghasilkan 300 sampai 500Miliar, ini tidak signifikan. Padahal potensi dari zakat itu Rp 2Triliun. Jelas, itu hampir setengahnya PAD Kota Bandung,” ungkap akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) ini di depan para peserta Dialog Ekonomi Syariah Bersama Bakal Walikota Bandung, di Gedung Pusdai, Jl Diponegoro Kota Bandung, Jumat (16/6/2017).

BACA: MES Uji Para Bakal Cawalkot Bandung Soal Ekonomi Syariah

Namun ironisnya, lanjut Umam, persoalan zakat itupun hingga saat ini belum didukung dengan aturan yang sempurna. Baik Badan Amil Zakat (BAZ) di bawah pengelolaan pemerintah maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikelola masyarakat, keduanya belum disatukan secara administrasi.

Konkritnya, lanjut Umam, sampai detik ini di Indonesia termasuk di setiap daerah, pemerintah belum mampu menyatukan sistem administrasi dari BAZ ke LAZ. Jika sistem administrasi zakatnya saja sampai detik ini masih kacau atau tidak terpadu, sangat memungkinkan berdampak pada pendistribusian zakat yang tidak merata.

“Tiba-tiba ada orang yang sudah menerima zakat dari lembaga tertentu, ternyata menerima juga dari lembaga zakat yang lain. Bukannya tidak boleh, tapi kan letak keadilan sosialnya sebelah mana? Bisa jadi ada orang miskin yang akhirnya benar-benar tidak kebagian samasekali,” katanya.

Menurutnya, perhatian pemerintah pusat maupun daerah belum benar-benar serius menerapkan sistem ekonomi islam ini. Padahal penerapan sistem ekonomi Islam terbukti bisa menciptakan masyarakat madani.

Loading...

loading...

Feeds

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …