Marapi Meletus, Radius 3 Km dari Kawah Tidak Boleh Ada Aktivitas Manusia!

Marapi meletus. Foto: instagram infosumbar

Marapi meletus. Foto: instagram infosumbar

POJOKBANDUNG.com – GUNUNG Marapi, antara Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, kembali meletus (erupsi), Minggu (4/6/2017) kemarin.


Pengamat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi, Bujang, mengatakan letusan Gunung Marapi pertama terjadi pukul 10.10 WIB dengan mengembuskan abu vulkanik setinggi 300-400 meter.

“Kemudian disusul pada pukul 10.22 WIB ketinggian abu vulkanis 600 hingga 700 meter,” ujar Bujang, kepada wartawan.

Erupsi ketiga terjadi pukul 10.46 WIB dengan ketinggian abu 400 meter.

Menurutnya, erupsi kedua pukul 10.22 WIB merupakan erupsi yang paling kuat. Erupsi terdeteksi rekaman seismik. Amplitudonya enam milimeter dengan durasi gempa 22 detik hingga 35 detik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan erupsi Merapi8 bisa diamati secara visual, lantaran cuaca di sekitar Gunung Marapi cerah.

Angin mengarah ke arah timur dan tenggara. Karena meningkatnya aktivitas Gunung Marapi, masyarakat di sekitar Gunung Merapi dan pengunjung tidak diperbolehkan mendaki dengan radius tiga kilometer dari puncak.

Menurutnya, gunung yang berada di Kabupaten Agam itu jauh dari permukiman warga, sehingga sejauh ini belum ada laporan warga atau permukiman yang terdampak.

“Radius aman 3 km dari kawah tidak boleh ada aktivitas. Hingga saat ini belum ada pengungsian karena di dalam radius 3 km tidak ada permukiman,” ujarnya.

Sebelumnya, gunung api aktif itu tercatat 4 kali meletus. Letusan pertama 8 September 1830, Gunung Marapi mengeluarkan awan yang berbentuk kembang kol abu-abu kehitaman dengan ketebalan 1.500 m di atas kawahnya, disertai guntur.

Lalu 30 April 1979 di mana saat itu dilaporkan 60 orang tewas akibat letusan, dan 19 orang pekerja penyelamat terperangkap tanah longsor. Letusan juga mengeluarkan batu dan lumpur yang menyebabkan kerusakan pada lima daerah kawasan pemukiman penduduk.

Memasuki akhir 2011 hingga 2014, Gunung Marapi menampakkan peningkatan aktivitasnya melalui letusan yang menyemburkan abu dan awan hitam. Pernah di akhir 2011 semburan abu terbawa angin berkilo-kilo jaraknya hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman.

Terakhir, 26 Februari 2014, Gunung Marapi meletus dan melepaskan material pasir, tefra, dan abu vulkanik ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Status gunung ditetapkan Siaga (level 2) dan radius 3 km dari pusat kawah harus dikosongkan.

(rub/net)

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …