Gaya Hidup Digital Kian Marak, Ini Dia Layanan Andalan Terbaru dari Indigo.id

CEO Jasa Connnect Ravi Melwani sedang menjelaskan layanannya dalam fasilitasi Indigo.id ke Global Venture Summits di Bali, baru-baru ini.

CEO Jasa Connnect Ravi Melwani sedang menjelaskan layanannya dalam fasilitasi Indigo.id ke Global Venture Summits di Bali, baru-baru ini.

POJOKBANDUNG.com – Inkubator rintisan usaha digital (startup) Indigo.id kian aktif bergerak di bidang financial technologi (fintech) dan jasa. Hal ini tidak lepas dari maraknya gaya hidup digital.

Ery Punta Hendraswara, Managing Director Indigo.id mengatakan, evolusi terus terjadi pada binaan Indigo.id sejak pertama program ini dirilis tahun 2009 lalu hingga kini. Tentunya dengan mengikuti perkembangan di masyarakat.

Menurut dia, seiring dengan maraknya gaya hidup digital di masyarakat, termasuk pada sektor keuangan dan pembayaran, maka start up unggulan Indigo.id pun banyak yang mulai bergerak ke sektor fintech.

Baca Juga:

Binaan Indigo.id Hadiri Innovfest Unbound 2017

Indigo Fasilitasi Startup-nya pada Global Ventures Summit 2017

Ia mencontohkan Kartoo, yakni layanan keuangan dalam mengatasi problematika tentang masih rendahnya utilitas poin loyalitas yang bahkan ditengarai baru mencapai 50% digunakan dari total anggaran tahunan di Indonesia US$4 juta.

Dengan layanan yang dipimpin Michael Luhukay tersebut, utilisasi akan lebih meningkat karena kustomer akan peroleh informasi promosi lebih detail sekaligus memungkinkan kustomer melakukan redeem poin loyalitas pada mitra Kartoo.

“Kemudian ada Payfazz, yakni layanan yang ditujukan pada masyarakat yang belum punya rekening perbankan. Ini merespons data bahwa 64% masyarakat Indonesia itu unbanked dan 96% masyarakat Indonesia tak punya kartu kredit,” sambungnya.

Paypazz sendiri menawarkan jasa pembayaran hingga kredit berbasis internet dengan menggunakan jasa agen mereka yang sudah mencapai kisaran 750 agen dengan melayani sekitar 75 ribu nasabah unbanked tersebut.

Total transanksi berkisar 210.000 kali sekalipun belum genap setahun layanan ini beroperasi.

Ery menambahkan, dengan konsep serupa, startup lainnya yang jadi andalannya adalah Fortsok. Yakni layanan integrasi ekosistem ritel yang melibatkan antara lain marketplaces, platform e-commerce, sektor logistik, dan sektor finansial.

Dengannya, sistem transaksi berjalan lebih terintegrasi sekaligus akan menghindari kemungkinan berbagai kesalahan transaksi penjualan yang berakibat kerugian bagi sektor ritel, terutama para pelaku bisnis garmen.

Loading...

loading...

Feeds

Google Hapus 85 Aplikasi di Play Store

Berdasarkan laporan peneliti di Trend Micro, Google menghapus 85 aplikasi dari Google Play Store. Pasalnya, aplikasi diketahui mengandung adware yang dapat …

Pembangunan Gedung Creative Center Dikawal

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rencana pembangunan gedung Creative Center di Tasikmalaya akan dikawal hingga terealisasi. Proyek yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa …

Edukasi Motor Melalui Harley Owners Group

BANDUNG – Harley Owners Group (HOG) Siliwangi memiliki kepengurusan baru periode periode kepengurusan 2019-2021. Pelantikan tersebut dilakukan kepada 45 pengurus …
blok

Rutilahu Sambangi Blok Dukuh Subang

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H.Ruhimat kembali merobohkan rumah warga untuk dilakukan perbaikan. Kali ini bersama warga dusun dua Blok …
meter

Warga Ujungberung Akan Arak Bendera 74 Meter

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia di Ujungberung, Kota Bandung, akan dimeriahkan oleh pengarakan bendera merah putih sepanjang …
pkl

Penataan PKL Cicadas Selesai September 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas rampung September 2019. Sebanyak 602 pedagang bakal …