Kisah Jurnalis Legendaris Pembaca Teks Proklamasi

Foto sejumlah tentara Sekutu menyimak radio di Bandung ini dipotret pada zaman perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Foto: Dok. Arsip Nasional Belanda.

Foto sejumlah tentara Sekutu menyimak radio di Bandung ini dipotret pada zaman perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Foto: Dok. Arsip Nasional Belanda.

 


POJOKBANDUNG.com – Ada gerakan bawah tanah yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta. Dini hari 17 Agustus 1945… Melalui sambungan telpon, para pemuda yang bekerja di stasiun radio Hoshokyoku Bandung diminta mengirim dua orang teknisinya ke Jakarta.

Diutuslah Sukiyun dan Mislan.

Tugas mereka menyadap suara Bung Karno yang akan membacakan teks proklamasi. Kemudian meneruskan ke Bandung melalui sambungan telepon untuk dipancarluaskan. Strategi gerakan bawah tanah ini gagal. Saluran telepon diputus Jepang.

Begitulah senarai kisah dari meja runding bersama kawan-kawan wartawan di Bandung, baru-baru ini. Di kebun belakang arena Konferensi Kota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung 2017.

Sebagian besar kawan pernah mereportase sejarah proklamasi di Bandung. Saling melempar cerita. Sebagai jurnalis, tentulah sejumlah arsip yang diperlihatkan, serta apa-apa yang dikisahkan sudah terverifikasi.

Kawan dari koran Pikiran Rakyat sangat dominan. Darinya, saya mendapat banyak bahan. Termasuk…harta karun! Rekaman suara asli Sakti Alamsjah. Jurnalis legendaris yang membacakan teks proklamasi melalui siaran radio.

Nah, setelah memeriksa sejumlah literatur yang didapat dari kawan-kawan, lebih kurang tersebutlah kisah berikut.

Pagi 17 Agustus 1945… Muin, satu di antara pimpinan stasiun radio di Jakarta mendapatkan naskah proklamasi dari Adam Malik, pimpinan kantor berita Antara.

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …