2017, Jabar Dilanda Ratusan Bencana, Dimana Peran Tagana?

Wagub Jabar Deddy Mizwar pada Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-13 Tagana Jabar.

Wagub Jabar Deddy Mizwar pada Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-13 Tagana Jabar.

POJOKBANDUNG.com- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, terhitung sejak bulan Januari hingga April 2017, tercatat Jawa Barat telah mengalami 333 kali bencana, yaitu bencana tanah longsor sebanyak 136 kali, banjir 67 kali, angin puting beliung 58 kali, kebakaran 68 kali, gempa bumi 3 kali dan gelombang pasang sebanyak satu kali.


BACA: Innalillahi…Enam Tewas, 14 Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang Cisalak-Subang

“Kejadian bencana tersebut menelan korban jiwa sebanyak 11 orang, 4 orang hilang atau belum ditemukan, 38.820 orang luka dan mengungsi sebanyak 1.268 orang. Sedangkan kerusakan fisik berupa rumah, mulai dari kerusakan ringan hingga berat jumlahnya sebanyak 7.995 rumah, dengan kerugian diperkirakan mencapai 18 miliar rupiah,” ungkap Deddy pada Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-13 Tagana Jawa Barat Tahun 2017, di Detasemen Kavaleri Berkuda, Kabupaten Bandung Barat.

BACA: Puluhan Rumah di Cimahi Disapu Puting Beliung

Maka, mengingat terjadinya bencana yang disebabkan faktor alam ataupun faktor non-alam merupakan peristiwa yang sulit untuk diperkirakan secara tepat dan pasti, maka kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap segala kemungkinan bencana perlu ditingkatkan.

Deddy menambahkan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus dilakukan dengan terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh mulai dari tahap pra-bencana, pada saat terjadi bencana, sampai dengan paska -bencana, termasuk dengan menambah dan memperkuat Kampung Siaga Bencana, sehingga dampak resiko bencana dapat diminimalisir.

“Kesiapsiagaan terkait sumber daya dan peralatan menjadi sebuah keniscayaan, agar kita dapat memberikan respon secara cepat dan tepat terhadap bencana yang terjadi, terutama pada masa tanggap darurat atau 72 jam pertama yang meliputi pendataan secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya, penentuan status keadaan darurat bencana, penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kepada kelompok rentan, serta upaya pemulihan prasarana dan sarana vital,” tuturnya.

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …

Pedagang Jamur Ketiban Berkah Hujan

POJOKBANDUNG.com, PAMULIHAN – Musim hujan yang tengah melanda saat ini, membawa angin segar bagi penjual jamur disepanjang jalan raya Bandung-Cirebon …