Obituari Leo Kristi, Bohemian yang Albumnya Diproduksi Majalah Musik di Bandung

Sampul album Konser Rakyat Leo Kristi bertajuk Nyanyian Tanah Merdeka. Foto: Public Domain.

Sampul album Konser Rakyat Leo Kristi bertajuk Nyanyian Tanah Merdeka. Foto: Public Domain.

POJOKBANDUNG.com – Leo duet dengan penyanyi perempuan bernama Kristi. Duo ini dikenal sebagai Leo Kristi. Ketika bubar, Leo tetap menggunakan nama Leo Kristi. Sebuah narasi mengenang penyanyi rakyat…


Espita menceritakan, Leo Kristi sudah jadi anak band sejak SMA. Kian larut dalam bermusik, kuliahnya di jurusan Aristektur, Institut Teknologi 10 November Surabaya ditinggalkan begitu saja. Saat itu dia semester dua.

Bukankah ini mengingatkan kita akan kiprah penyanyi Gombloh yang terkenal dengan lagu di radio…aku dengar lagu kesayanganmu…

Gombloh juga berhenti kuliah di jurusan Arsitektur di ITS Surabaya, demi bermusik.

Leo Kristi

Leo Kristi

Baca Juga:

Disentri Hentikan Deru Sang “Kereta Laju”, Iwan Fals: Selamat Jalan Cak Leo!

Innalillahi, Selamat Jalan Leo Kristi…

Leo dan Gombloh sama-sama Arek Suroboyo. Mereka berkawan. Sama-sama mendirikan band Lemon Tress pada 1969. Di band ini kemudian bergabung pula Franky Sahilatua–kemudian terkenal dengan duo Franky & Jane.

Konser Rakyat

Leo Kristi tidak komersial dan tidak ngomong duit. Ia dikenal bukan lantaran sering tampil di layar kaca. Melainkan karena Konser Rakyat yang digelarnya di sejumlah pulau di Indonesia.

Di berbagai kesempatan, menurut Denny Sakrie sejarawan musik Indonesia, Leo Kristri kerap mengatakan, “Kita selalu mengharapkan, kebudayaan bisa menjadi jembatan yang menghubungkan cinta kasih sayang sesama manusia.”

Denny menyimpulkan, Leo menikmati hidup sebagai seorang bohemian. Hari ini di pedesaan Bulukumba, Sulawesi Selatan, bulan depan di Kalimantan, setahun kemudian melangkah di Jimbaran, Bali, dan entah di mana lagi.

“Teman-teman dekatnya bahkan tak tahu atau tak bisa menebak kapan dia akan berlabuh di suatu tempat. Gagasan-gagasannya bertualang ke sana ke mari,” tulis Denny.

Tujuan Leo melakukan pementasan keliling tersebut, sebagaimana ditulis Espita Riama dalam Leo Kristi, termuat dalam buku Ensiklopedi Tokoh Kebudayaan IV, terbitan Depdikbud, membawa misi memberi pemahaman akan luhurnya musik daerah kepada rakyat kecil.

Bagi Leo yang selalu menempelkan lambang Burung Garuda di pundaknya, masyarakat kecil perlu mendapat arahan bahwa musik mereka tidak kalah indahnya dengan musik yang datang dari luar negeri.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …