Jelang Pilkada KBB, Abubakar-Yayat T Soemitra Gak Mesra Lagi

Bupati/Wakil Bupati KBB, Abubakar-Yayat T. Soemitra (ist).

Bupati/Wakil Bupati KBB, Abubakar-Yayat T. Soemitra (ist).

Ia menjelaskan, apabila ada hal-hal yang urgen dan akan disampaikan bupati, sudah seharusnya disampaikan wakilnya. Jadi, tak perlu lagi ada sambutan lain yang disampaikan orang yang jabatannya jauh lebih rendah.


Nah, apabila bupati/wakil bupati berhalangan, maka sambutan bisa disposisi kepada jabatan dibawahannya. Bertahap, mulai Sekda, Asda, Kadis, Sekdis dan seterusnya.

“Ada yang memberikan sambutan setelah wakil ya itu kurang berakhlak. Apalagi jika dia mewakili Pemda. Wakil bupati itu sudah satu paket. Secara etika dan aturan jelas salah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kejadian “serobot” sambutan bupati oleh pejabat level bawah, padahal disaat yang sama ada wakil bupati cukup untuk menunjukan ketidakharmonisan yang tengah terjadi diantara bupati dan wakilnya.

“Pilkada masih jauh. Birokrat jangan dikorbankan. Kasihan jadi terpecah belah,” imbuhnya.

Padahal, ia menilai duet Abubakar-Yayat menjadi tahun pembuktian. Apa yang divisikan saat kampanye awal periode menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Seharusnya satu tahun lagi dikerjakan. Jabatan Wakil kan bukan 3 atau 4 tahun. Saat sumpah jabatan, keduanya sudah siap bareng-bareng dan berbagi tugas,” tandasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds