Deddy Mizwar Temui Warga yang Diduga Mencuri Cacing di Cianjur

Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengunjungi Didin (40) warga Kampung Rarahan, Kabupaten Cianjur, di Mapolres Cianjur, Kamis (11/5/2017).

Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengunjungi Didin (40) warga Kampung Rarahan, Kabupaten Cianjur, di Mapolres Cianjur, Kamis (11/5/2017).

POJOKBANDUNG.com – Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengunjungi Didin (40) warga Kampung Rarahan, Kabupaten Cianjur, di Mapolres Cianjur, Kamis (11/5/2017).


Didin adalah tahanan titipan Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur karena mencuri Cacing di kawasan TNNGP.

Ketika bertemu dengan Demiz, Didin mengaku dirinya mengambil cacing jenis Sonari untuk dijual. Ada pihak yang memesan cacing kepadanya untuk keperluan pengobatan penyakit Typus. Ada 77 ekor cacing yang diambil Didin dari 400 ekor yang dipesan.

Didin mengaku menjual cacing tersebut Rp40.000 per ekor. Pihak TNNGP memang melarang warga mengambil cacing di sana. Namun Didin mengaku tidak mengetahui tentang larangan itu.

Deddy pun mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Apalagi Didin sudah mendekam di tahanan Mapolres Cianjur lebih dari 40 hari. Menurut Demiz kasus ini tergantung pihak Perhutani (TNNGP).

Apabila TNNGP mencabut perkara ini makan kasus Didin akan selesai. Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cianjur melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Saya kira ini harus jadi pelajaran bagi masyarakat, bahwa daerah Perhutani itu ada pengelolanya. Jadi apa pun yang ada di sana ya harus seizin pengelola Perhutani itu sendiri,” ujar Deddy, usai bertemu Didin.

“Jangan sampai masyarakat suka-suka di sana, jangan sampai ada alih fungsi lahan, pohon ditebang. Bahkan sekarang cacing pun dijaga kan, apalagi pohon.”

Dia berharap, TNNGP memproses kasus Didin tidak dengan cara menghukum orang. Namun, masyarakat juga harus mengambil pelajaran dari kasus ini, karena ada berbagai jenis flora dan fauna yang dilindungi. Terlebih habitatnya ada di kawasan konservasi.

“Mudah-mudahan segera selesai, dan Pak Didinnya juga sehat. Dan saya berharap Perhutani bisa mencabut kembali perkaranya, tapi ada juga efek jera bagi masyarakat. Karena (Didin) sudah 40 hari (ditahan). 77 cacing masuk (penjara) 40 hari,” katanya.

“Tapi ini tetap diproses kan, tergantung dari JPU nanti. Saya kira ini udah ditangani oleh JPU, kalau mau berhubungan Perhutani dengan JPU. Saya berharap Perhutani bisa lebih bersikap lebih arif melihatnya. Dan masyarakat yang penting bisa jadi pelajaran,” pungkasnya.

(mun)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …