Anggota DPR Ingatkan Bahaya “Hoax” bagi Siswa, Begini Katanya

Arief Suditomo berdialog dengan ratusan siswa-siswi SMA 20 Kota Bandung (Billy Adhiyaksa)

Arief Suditomo berdialog dengan ratusan siswa-siswi SMA 20 Kota Bandung (Billy Adhiyaksa)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Postingan saling hujat, ujaran kebencian dan beragam jenis kabar palsu alias hoax yang hingga kini masih berseliweran di media sosial harus diakhiri demi perkembangan pendidikan generasi muda bangsa.


Pembelajaran yang buruk dari kepentingan politik yang berkembang saat ini, dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.

Hal itu ditegaskan Anggota Komisi VIII DPR RI, Arief Suditomo. Mantan pewarta di salah satu televisi swasta nasional itu meminta generasi muda untuk tidak terjebak arus medsos negatif.

“Pengguna medsos saat ini khususnya generasi muda telah banyak disuguhi sesuatu yang tidak pasti atau racun. Jika dibiarkan akan mempengaruhi pemahaman mereka tentang kebinekaan dan merusak pola pendidikan mereka,” kata Arief usai berdialog dengan ratusan pelajar SMA 20 Bandung, Jumat (12/5/2017).

Arief menjelaskan, revisi UU ITE yang telah selesai disusun, diharapkan dapat menutup celah perusakan arus informasi di Indonesia yang tak terbendung.

“Kita semua harus mulai mengkampanyekan perang terhadap hoax. Jika menemukan keraguan terhadap pesan yang diterima, itu harus berhenti di kita. Stop di handphone kita, karena jika disebar kita tidak akan pernah tahu bahayanya seperti apa,” jelasnya.

Arief tak menampik banyaknya elit politik yang sengaja menyebarkan informasi negatif, terutama untuk kepentingan politiknya.

“Politisi membela kepentingan politiknya. Jika ada yang menemukan pesan yang beracun dan salah, laporkan saja politisi itu ke desk pengaduan Kementerian Informasi Teknologi,” tandas Arief.

Menurut Arief, ujaran kebencian yang dilakukan politisi untuk kepentingan politiknya berdampak buruk untuk masyarakat. Namun biasanya, kata Arief, dimasa lainnya mereka akan berteman lagi, karena partainya berkoalisi.

“Itu karakter politisi. Nah masyarakat yang sudah terkontaminasi dengan ujaran kebenciannya itu jika sudah terlanjur membenci, akan sulit diobati. Itu yang bahaya,” kata Arief.

(bil)

 

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …

Jalan Provinsi di Cikalong Terancam Longsor

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN – Jalan raya Provinsi Cikalong-Cipendeuy terancam putus akibat longsor yang memakan bahu jalan. Berdasarkan pantauan, bahu jalan yang …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Vaksinasi Tahap Pertama Segera Selesai

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Vaksinasi COVID-19 tahap I untuk dosis I terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dimulai …