Stres Susah Ikuti Pelajaran Bahasa Inggris, Siswa Nekat Lompat dari Lantai 3 Sekolahnya

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lantai tiga SMK Sakti Gemolong, Selasa (9/5). (AHMAD KHAIRUDIN/Jawa Pos Radar Sragen)

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lantai tiga SMK Sakti Gemolong, Selasa (9/5). (AHMAD KHAIRUDIN/Jawa Pos Radar Sragen)

POJOKBANDUNG.com- Diduga karena kesulitan memahami mata pelajaran bahasa Inggris, seorang siswa di SMK Sakti Gemolong WS, 18, nekad terjun dari lantai tiga sekolah, Selasa (9/5).


Korban diduga mengalami depresi berat. Akibat kenekatannya itu, ia mengalami luka di hidung dan patah kaki kanan. Untungnya korban masih sadar.

BACA: Ckck… Bukannya Buku, Tas Pelajar Malah Berisi Celurit Sama Gir

Peristiwa tragis itu bermula saat bel tanda istirahat pertama telah usai, baru saja dibunyikan. Murid-murid kembali masuk ke dalam kelas. Namun, konsentrasi mereka langsung buyar karena mendengar teriakan histeris disusul pemandangan tragis.

WS tergeletak di lapangan sekolah dengan hidung dan mulut mengeluarkan darah. Pertolongan pertama segera diberikan.

BACA: Bandung Larang Keras Pelajar Bermain Skip Challenge

Setelah dicek, bukan hanya hidung dan mulut mengeluarkan darah. Tapi, tulang kaki kanan murid kelas XI itu juga patah. Yang cukup melegakan, WS masih dalam kondisi sadar.

Sejumlah saksi mata menuturkan, luka-luka pada tubuh WS tersebut karena dia nekat meloncat dari lantai tiga gedung SMK Sakti Gemolong setinggi lebih dari tujuh meter sekitar pukul 09.30.

Siswa asal Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang itu segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Sragen. Hasil penyelidikan sementara polisi, WS diduga mengalami depresi karena kesulitan memahami materi pelajaran Bahasa Inggris. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya buku catatan pribadi WS yang isinya soal kesulitannya dalam pelajaran Bahasa Inggris.

Jarak antara lantai tiga sampai tanah sekitar 7,7 meter. Polisi pun meminta keterangan murid dan guru sekolah setempat, termasuk memeriksa tas WS dan menemukan pisau dapur, serta vapor alias rokok elektrik.

(din/aya/wa/jpg)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …