Kata Pengamat, Pemerintah Terlalu Terburu-buru Bubarkan HTI

Ribuan anggota Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) melakukan acara di sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (30/5/2015). FOTO: MIFTAHULHAYAT/dok.JAWA POS

Ribuan anggota Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) melakukan acara di sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (30/5/2015). FOTO: MIFTAHULHAYAT/dok.JAWA POS

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah mendapat sorotan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf.


Menurutnya, pemerintah tidak bisa secara sepihak membubarkan satu organisasi tanpa ada kajian dan Fatwa MUI.

Baca: HTI Menolak Pembubaran, Siapkan Perlawanan

“Dugaan kuat saya belum ada keputusan fatwa dari MUI bahwa HTI melanggar aturan atau mengganggu idealisme Pancasila,” ujarnya saat dihubungi.

Asep mengatakan, sebelum membubarkan sebuah organisasi diperlukan kajian dan penelitian terkait kebenaran penyimpangan apakah HTI benar-benar melanggar dan tidak taat Pancasila.

Baca: Pemerintah Bubarkan HTI, Begini Sikap Polda Jabar

Kemudian, dibahas dengan MUI sebagai lembaga/ otoritas negara islam pemerintah untuk memutuskan satu fatwa menyimpang atau tidak. “Dibuktikan apa subtansi pelanggarannya, kemudian publikasi karena organisasi tersebut dibentuk oleh masyarakat. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan,” tuturnya.

Asep mengutarakan, pemerintah seharusnya menahan diri sebelum pembekuan satu organisasi. Berbeda jika subtansi pelanggaran sudah jelas kemudian dibarengi dengan bukti maka pemerintah bisa membekukan satu organisasi.

“Jika seperti ini saya menilai pemerintah terburu-buru memutuskan kebijakan,” imbuhnya.

Menurut Asep, jika melihat dari subtansi dan keputusan pemerintah yang seolah sepihak, HTI bisa mengugat ke PTUN seandainya merasa keberatan atas pembubaran/ pembekuan kegiatan tersebut lantaran bisa dikaitkan dengan pelanggaran undang-undang.

“Bisa digugat. Jangan sampai HTI menjadi kambing hitam karena segelintir orang yang memiliki kepentingan tertentu,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Rumah 2 Lantai Hanya Rp 900 Jutaan di Bandung

Podomoro Park Bandung yang dipersembahkan oleh Agung Podomoro Land sebelumnya telah berhasil meluncurkan hunian resort satu lantai klaster Padmagriya tahap …
Persib

Persib Bandung Siap Hadapi Siapapun

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelatih Persib Putri Iwan Bastian mengatakan, timnya tak terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi di partai …
fesyen

Menilik Gaya Busana yang Menghiasi 2020

POJOKBANDUNG.com, TAHUN 2020 tinggal menghitung hari. Berbagai trend satu per satu dikeluarkan berbagai perusahaan, mulai dari industri fesyen, wedding, sampai …
HIV

HIV/AIDS di Subang Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Angka Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), di Kabupaten Subang terus meningkat. Meningkatnya jumlah ODHA dari tahun ke tahun …
borneo fc

Persib Siapkan Kejutan di Samarinda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung bertekad membuat kejutan saat berhadapan dengan Borneo FC pada pekan ke-32 Liga 1 2019. Pertandingan …

Tips bagi HR, Kenali Macam-macam Tunjangan

Tunjangan adalah tambahan gaji disamping gaji pokok yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan. Tunjangan sendiri merupakan komponen pelengkap dari gaji …

Membangun Komitmen Pemuda dan Media Perangi Hoaks

Hoaks merupakan komponen perusak kemajuan bangsa yang nyata di tengah upaya pemerintah melakukan pembangunan nasional berkesinambungan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat …