Berkat Uang Pinjaman, Film Iqro Sukses Dulang 290 Ribu Penonton

Film Iqro: Petualangan Meraih Bintang. Foto: film-iqro.com

Film Iqro: Petualangan Meraih Bintang. Foto: film-iqro.com

Bagi Salman Film Academy, Iqro merupakan film layar lebar pertamanya. Respons bagus penonton terhadap film yang dibintangi sejumlah aktor senior itu menjadi permulaan yang baik.


Salah satu faktor yang membuat budget pembuatan film membengkak, antara lain proses syuting atau pengambilan gambar yang cukup memakan waktu.

“Kita kelamaan proses produksinya, main filmnya dua tahun,” sebut Iqbal. Selain itu, Iqro juga memainkan teknik animasi yang mahal.

Belum lagi lokasi syuting dilakukan di Observatorium Bosscha ITB yang memerlukan prosedur tidak sederhana. Sebab, Bosscha adalah lembaga pendidikan dan penelitian, bukan tempat pariwisata.

Ia mengakui, konsistensi pembuatan film layar lebar mendapat ujian berat ketika pembuatan film pertama. Jika filmnya tak balik modal, tidak jarang sineasnya merasa kapok.

Nah, hasil akhir yang positif dari film Iqro akan membuka lembaran baru bagi Salman Film Academy untuk memproduksi film-film layar lebar lainnya.

“Film pertama ini tidak bikin kita kapok. Ke depan kita mau nyari modal dari sponsor, bukan pinjaman lagi,” kata sutradara berkacamata itu.

Untuk diketahui, Iqro mulai tayang di bioskop tanggal 26 Januari 2017. Film sains dan religi ini dibintangi Neno Warisman, Cok Simbara, Meriam Bellina, Mike Lucock, Didied Kertajasa, Raihan Khan, Adhitya Putrid dan Aisha Nurra Datau.

(imn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Bos Aquabike Kagumi Waduk Jatiluhur

RADARBANDUNG.ID, PURWAKARTA- Even internasional Aquabike World Championship Grand Prix Indonesia 2 akan digelar di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, 9 hingga …