Gregetnya Tanoshi Cinnamon Roll Bandung

Setelah diolesi mentega tipis-tipis, kayumanis bubuk dan gula ditaburkan di atasnya. Adonan kemudian digulung menjadi silinder, lalu dipotong-potong melintang dan dipanggang dengan gulungan menghadap ke atas.


BACA JUGA:

Kuliner di Tengah Danau ala Floating Market

Gurih dan Unik, Tahu Ini Jadi Kuliner Andalan Bandung

Untuk menciptakan sensasi baru, Tanoshi memberikan aneka taburan seperti raisin atau buah anggur kering atau kacang almond. Sementara bagi mereka yang menggandrungi keju, cinnamon roll kemudian diberi semacam fla dengan frosting keju yang creamy, gurih dan membuat siapa pun ketagihan.

“Cinnamon roll jenisnya memang roti manis khas Swedia. Namun saya membuat kreasi baru dengan menambahkan frosting keju yang meleleh di mulut. Sensasi rasanya menjadi beragam. Ada manis, asin dan gurih,” tambahnya.

Di dapur Tanoshi yang berlokasi di bilangan Antapani, Bandung, dalam seharinya biasa menerima pesanan cinnamon roll hingga 60 loyang dalam sehari. Bahkan, ia juga menjual satuan dengan banderol Rp7500, sedangkan per loyangnya Rp65.000. Menurut Eppy pecinta cinnamon roll berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga mereka yang berusia lansia.

“Saya juga kaget, ada pelanggan yang sudah berusia lanjut yang melihat referensi dari instagram. Penjualan cinnamon roll ini terus terdongkrak karena promo di media sosial,” kisahnya.

‎Selain tren cinnamon roll, di Bandung juga tengah tersohor roti modifikasi ala Korea. Satu diantaranya bisa kita temui di kafe Roti Oppa kawasan Surapati.

Kafe ini menawarkan dessert ala Korea, yakni sebuah roti panggang yang diberi toping es krim di atasnya. Berawal dari ketertarikan sang pemilik terhadap kuliner kecil akhirnya ia bekerja sama dengan salah satu temannya untuk membangun kafe ini. Kafe Roti Oppa pun resmi dibuka pada Desember tahun 2014 lalu.

Loading...

loading...

Feeds