Ibu Kota Pindah, Bung Karno Ingin ke Palangkaraya, Soeharto Mau ke Jonggol

Kota Palangkara Raya saat terjadi bencana kabut asap. Ilustrasi Foto: Radar Sampit/dok.JPNN.com

Kota Palangkara Raya saat terjadi bencana kabut asap. Ilustrasi Foto: Radar Sampit/dok.JPNN.com

Ia menuturkan, zaman Soeharto juga muncul wacana pemindahan ibu kota, tapi bukan ke Palangkaraya, melainkan ke Jonggol, Bogor, tahun 1980-an.


“Tak usah jauh-jauh, waktu zaman Pak Harto (ibukota,red) diwacanakan di Jonggol, itu akhirnya gagal. Karena spekulan-spekulan. Jadi saya kira semua aspek, presiden sudah minta Bappenas untuk mempertimbangkannya,” tutur Tjahjo.

Saat ditanya apakah wacana pemindahan ibu kota negara hanya ke satu daerah semata, ia menyatakan Palangkaraya, Kalimantan Tengah hanya sebuah alternatif.

Wacana Presiden Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Akankah Ide Bung Karno Terwujud?

Karenanya, tak tertutup kemungkinan daerah lain juga bisa menjadi alternatif dengan melihat segala aspek yang ada.

“Ibu kota negara kan pusat pemerintahan. Menyangkut kantor negara sahabat, lembaga TNI/ Polri dan lain-lain,” tutur Tjahjo.

“Jadi saya kira yang penting ada alternatif. Kalau diputuskan ada aternatif kan tidak ada masalah.”

 (gir/jpnn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds