Pemerintah Sebut ‘Pertamini’ Pom Ilegal, APPMI Bilang…

Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Aliansi Pengusaha Pom Mini Indonesia (APPMI) menentang keras sikap Kementerian Perdagangan yang menyebut penjualan bahan bakar pom mini (pertamini) bersifat ilegal.


Pernyataan itu dinilai serampangan, dan dilontarkan  oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI.

“Statemen yang dikeluarkan pemerintah tidak berdasar sebab selama ini pelaku usaha pom mini maupun penjual bahan bakar eceran membeli dengan harga resmi yang dikeluarkan Pertamina,” ujar Ketua APPMI, Deden Dinar Mukti, di Hotel Papandayan Bandung, Minggu (9/4/2017).

Kegiatan usaha ini, lanjut dia, justru sangat membantu masyarakat akan kebutuhan BBM khususnya di daerah pelosok pedesaan yang belum terjangkau SPBU.

BACA JUGA:

Imam Besar Washinton ke Bandung, Terinspirasi Wali Songo yang Berdawah tanpa Kemarahan

Tabah! Penyiar TV Ini Harus Beritakan Kematian Suaminya

Dalam Kongres APPMI itu, Deden juga mengatakan, selain membantu masyarakat akan kebutuhan BBM, kehadiran pom mini juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …