Orangtua Jangan Paksakan Kehendaknya kepada Anak, Berbahaya

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komnas Perlindungan Anak (KPA) Indonesia, Dhanang Sasongko meminta orangtua tidak memaksakan kehendak kepada anak.


“Terkadang orangtua berambisi memaksakan anaknya sesuai dengan kehendak mereka, itu tidak boleh,” ujar Dhanang di Bandung.

Dhanang melanjutkan, jika seorang anak terbiasa dididik dengan pola otoriter dan selalu memaksakan kehendak orang tua, hal itu hanya menambah catatan buruk bagi KPA Indonesia.

“Bahayanya trauma berkepanjangan. Contoh, anak itu jadi minder, sulit bersosialisasi bahkan ketika di luar rumah sang anak bisa melampiaskan kekerasan (kejahatan),” jelasnya.

Dhanang mengaku, untuk meminimalisir pola pengasuhan otoriter tidak bisa dilakukan dengan cara penyuluhan, sosialisasi dan advokasi semata, jauh dari itu peran orang tua sebaiknya segera meninggalkan budaya pola pengasuhan negatif tersebut.

“Semua harus bertindak, jangan sampai ketika ada tetangga melakukan kekerasan, kita hanya diam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar, Netty Prasetiyani menambahkan, pola pengasuhan otoriter bermula dari kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua. Sehingga, satu sama lain tidak saling memahami.

“Anak maunya apa orang tua maunya apa, kan tidak singkron,” tegasnya.

Netty meminta, setidaknya orang tua menyempatkan untuk tatap muka dengan anak paling lama 20 menit dalam satu hari.

“Apalagi anak dan orang tua sudah asik dengan gadget, sulit untuk tatap muka,” pungkasnya. (cr1)

 

 

Loading...

loading...

Feeds