Kisah Miris Para Korban Pernikahan Dini, Dinikahkan di Usia 14 Tahun Hingga Jadi Janda Kecil

Salah satu perempuan yang menjadi korban pernikahan dini di Jawa Barat. Selama empat bulan, dia mengurung diri karena trauma menjadi korban fitnah dan disebut janda kecil oleh tetangga. (M Salsabyl Adn/JAWAPOS)

Salah satu perempuan yang menjadi korban pernikahan dini di Jawa Barat. Selama empat bulan, dia mengurung diri karena trauma menjadi korban fitnah dan disebut janda kecil oleh tetangga. (M Salsabyl Adn/JAWAPOS)

 


POJOKBANDUNG.com – Indonesia mengalami darurat pernikahan dini. Banyak bocah perempuan di bawah umur yang harus menanggung beban sebagai seorang istri maupun ibu.

Padahal secara fisik maupun psikologis mereka belum siap. Akibatnya, banyak anak-anak perempuan yang mengalami nasib pilu.

Salah satunya Ani (bukan nama sebenarnya), meski baru berusia 20 tahun, dia sudah menyandang status janda.

Ani bercerai dua pekan lalu. Sebelumnya ia menikah dengan RA, tetangganya. Saat itu, dia merasa RA sebagai jodohnya.

Setelah pacaran satu tahun, dia merasa sudah sewajarnya hubungan tersebut masuk ke jenjang pernikahan.

“Pikiran saya waktu itu nikah saja soalnya sudah capek kerja. Saya mikirnya suami nanti bakal lurus soalnya berani ngelamar,” ungkapnya lirih.

Tapi, keberanian RA melamar Ani tidak dibarengi niat dan kesungguhan untuk membangun keluarga yang bahagia. Lelaki yang lebih tua empat tahun daripada Ani itu malah membuat sengsara kehidupannya.

RA justru sering mabuk-mabukan dan main perempuan. Saat Ani marah, lelaki yang bekerja serabutan itu justru berbalik marah. Tidak jarang dia melayangkan pukulan ke wajah Ani.

“Pernah waktu anak masih 1 tahun, saya tanya soal selingkuhannya. Dia malah memukul muka saya sampai bengkak,” ungkapnya.

Kini, dengan putri yang berusia 3,5 tahun, Ani berniat memulai hidupnya lagi dengan mencari pekerjaan. Dan satu yang pasti, dia tak ingin putrinya mengulangi kesalahannya di masa depan.

“Nikahnya nanti saja kalau sudah 19 tahun atau 20 tahun,” tuturnya tentang cita-citanya kelak.

Kisah Ani menunjukkan anak perempuan di Indonesia belum lepas dari ancaman bahaya pernikahan dini. Di wilayah-wilayah dengan tingkat perekonomian yang buruk, kasus seperti itu sangat banyak.

Studi yang dilakukan United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa satu di antara empat anak perempuan menjadi korban pernikahan usia anak.

Kisah pilu lain datang dari Mira (bukan nama sebenarnya). Ibu 34 tahun yang kini menjadi kader Sapa Institut, organisasi pendampingan perempuan dan anak di Jawa Barat, tahu benar bagaimana dampak menikah saat usia muda.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …