Ombudsman Jabar Mengendus Dugaan Praktik Pungli di UNBK

Siswa SMK di Bandung menjalani UNBK. Foto: Ramdhani

Siswa SMK di Bandung menjalani UNBK. Foto: Ramdhani

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Beragam masalah masih mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Jawa Barat.


Seperti, kesalahan nama siswa, sinkronisasi komputer, kelalaian pengawas dan dugaan adanya pungutan liar (pungli) oleh sekolah untuk menutupi biaya sewa infrastruktur berupa komputer.

Ombudsman Perwakilan Jawa Barat selaku pengawas persiapan pelaksanaan UN-UNBK masih menemukan sekelumit permasalahan dihari kedua pelaksanan UNBK.

Kali ini bukan masalah teknis saja, namun juga ditemukan pengawas yang membiarkan siswa berkomunikasi di dalam ruangan ujian.

“Kami temui kasus itu di Kota Cimahi,” ucap Koordinator pemantauan pelaksanaan UN-UNBK Omdusman Jabar, Noer Adhe Purnama seperti diberitakan Radar Bandung (grup pojokbandung.com).

Adhe menegaskan, dalam prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional 2016/2017 dari Badan Standar Nasional Pendidikan, seorang pengawas wajib memastikan pelaksanaan UNBK berjalan sesuai prosedur.

Salah satunya larangan peserta berkomunikasi di dalam ruangan ujian. “Itu bentuk pelanggaran walaupun ringan, tapi tentunya mengurangi fairness penyelenggaraan UNBK,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Adhe, pihaknya masih menemukan pengawas yang datang terlambat ke ruang ujian dengan keterlambatan waktu yang beragam.

Padahal, dalam prosedur sudah ditetapkan bagi pengawas seharusnya sudah di dalam ruangan 20 menit sebelum pelaksanan ujian, kecuali teknisi.

“Apalagi pengawasnya bukan guru sekolah dimana ia mengajar. Seharusnya bisa lebih efektif,” imbuhnya.

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …