Ckck… Bukannya Buku, Tas Pelajar Malah Berisi Celurit Sama Gir

Senjata tajam hasil penggeledahan tas milik para pelajar yang diamankan saat nongkrong di jalur pantura wilayah hukum Polsek Gempol. Foto: Abdul Rohman/Radar Cirebon

Senjata tajam hasil penggeledahan tas milik para pelajar yang diamankan saat nongkrong di jalur pantura wilayah hukum Polsek Gempol. Foto: Abdul Rohman/Radar Cirebon

POJOKBANDUNG.com, CIREBON – Sejumlah siswa SMK di Kab Cirebon, Jawa Barat harus berurusan dengan kepolisian. Mereka diamankan Polsek Gempol karena kedapatan membawa senjata tajam.


Mereka dijaring polisi saat berada di sepanjang jalur Pantura di Kecamatan Palimanan. Operasi mendadak kepolisian ini menyusul insiden yang memakan korban, seorang siswa terkena panah di kepalanya.

Saat pembubaran kerumunan siswa SMK itu, polisi memeriksa tas para siswa. Ternyata, dalam tas itu, bukannya berisi alat tulis, tapi senjata tajam seperti celurit, gir sepeda motor, dan beberapa sajam lainnya.

Petugas langsung menggelandang para pelajar itu ke Mapolsek Gempol. Kapolsek Gempol Kompol Yana Mulyana memastikan, sajam yang dibawa para siswa itu diduga dijadikan alat siswa tawuran.

“Awalnya ada tanda-tanda tawuran. Kami terjun langsung dan membubarkan pelajar sambil memeriksa tas mereka. Sekarang para pelajar kita periksa,” katanya seperti dikutip Radar Cirebon (Jawa Pos Group-Pojokbandung.com).

Yana menyebutkan, sejumlah siswa yang diamankan bukan satu sekolah. Melainkan dari beberapa sekolah yang sering nongkrong di pinggir jalan raya dan membuat keonaran atau tawuran.

“Dari sejumlah pelajar yang kami amankan, terdapat tiga orang membawa senjata tajam. Ketiganya kami periksa secara mendalam,“ ujarnya.

Sebagai tindak pencegahan, pihaknya terus patroli saat jam sekolah dan membubarkan pelajar yang nongkrong di pinggir jalan. “Biasanya, tawuran terjadi di hari Jumat dan Sabtu,” ungkapnya.

Pihaknya juga menugaskan anggota untuk patroli intensif selain di hari Jumat dan Sabtu. “Jika terdapat gerombolan pelajar, langsung dibubarkan secara paksa. Kalau terlihat mencurigakan, kami lakukan pemeriksaan,“ katanya.

Sementara itu, salah satu pelajar, Firman mengatakan, saat berada di pinggir jalan, dia bersama dua rekannya nongkrong karena tak ada lagi pelajaran di sekolah.

Dia mengaku tidak terlibat dalam kepemilikan senjata tajam yang ada dalam tas usai diperiksa polisi.

“Saya sih nggak ada niat untuk tawuran. Hanya lagi nongkrong-nongkrong saja. Kalau senjata tajam yang disita polisi itu, milik pelajar lain. Saya tidak kenal dengan pelajar itu,“ kilahnya.

(arn)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …