Lihat, Duduk di Kursi Pesakitan, Atty dan Suaminya Tambah Kurus

Atty Suharti dan Itoc Tochija saat mengikuti persidangan di ruang sidang Tipikor PN Bandung. (Riana Setiawan)

Atty Suharti dan Itoc Tochija saat mengikuti persidangan di ruang sidang Tipikor PN Bandung. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persidangan kasus suap Pasar Atas Barokah, Kota Cimahi berlanjut.


Kali ini, Senin (3/4/2017) Walikota Cimahi Non-aktif Atty Suharti dan suaminya Itoc Tochija yang duduk di kursi pesakitan sebagai saksi di ruang sidang Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan Martadinata, Kota Bandung.

BACA JUGA:

Wah, Atty Suharti Ngakunya Gak Tahu Soal Asal Usul Dana Kampanye, Dikira…

Itoc Tochija Sangkal Pernah bagi-bagi Fee Pembangunan Pasar Atas

Jaksa Penuntut Umum dari KPK Ronald Ferdinand Worokitan mencecar Atty dan Itoc yang sebagaimana diketahui telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap.

Pertanyaan seputar peran Itoc dalam penyediaan dana kampanye Atty di Pilkada Cimahi pun menyeruak. Itoc pun disebut-sebut menentukan bagi-bagi jatah (fee) sebesar 13 persen dari nilai kontrak pembangunan Pasar Atas Cimahi Rp 135 miliar.

Ronald menerangkan, dari keterangan Dairul, atau saksi perantara yang mengenalkan Itoc kepada terdakwa Triswara Dhanu Brata dan Hendriza Soleh Gunadi, terungkap soal adanya pertemuan di BITC (Cimahi Teknopark) untuk membahas komitmen komisi (fee) pembangunan proyek tersebut.

Komitmen “fee” itu, ditulis Itoc di papan whiteboard, dengan nilai 13 persen yang dibagikan. 1% untuk kepala dinas, 1% kepala ULP, 1% untuk pengamanan. 7% untuk kebutuhan Pilkada Atty Suharti dan 3%  persen sisanya dibagikan kepada Dairul, Yana dan Itoc.

“Namun kita belum mengetahui apakah ini (bagi-bagi fee itu betul atau tidak),” ujar Ronald.

Loading...

loading...

Feeds