Anak Hiperaktif, Ini Cara Membuatnya Menjadi Lebih Tenang

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com- PERHATIKAN ciri-ciri anak hiperaktif. Saat anak tak bisa diam, kurang fokus, tidak bisa konsentrasi dengan baik dan cenderung asyik dengan dunianya sendiri.


Anak hiperaktif mengalami gangguan saraf pada otak motorik. Pola asuh dengan kedekatan emosional ternyata bisa membuat anak hiperaktif lebih tenang.

“Mindful parenting yaitu cara mendidik anak dengan hati, dengan pendekatan yang berkualitas,” kata Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani.

Anna mengatakan, orang tua harus menyadari pendidikan seperti apa yang mereka aplikasikan kepada anak. Menjaga anak dengan baik bisa dilakukan dengan memeluknya dan hadir serta terlibat dalam setiap kegiatan anak.

“Betul-betul berusaha lakukan pengasuhan asih asah asuh. Banyak memeluk anaknya, menatap mata, ketika anak bertanya betul-betul jawab dengan sepenuh hati. Tak sekadar bereaksi saja tapi juga merespons,” tegasnya.

Hal ini, kata Anna, agar anak merasa didengarkan dan dipahami oleh orang tua. Jika kebutuhan dasar terpenuhi, maka perkembangan anak akan menjadi lebih baik lagi.

“Hiperaktif tentu ada yang lebih karena faktor biologis. Tapi ada banyak hiperaktif yang memang tak mendapat perhatian yang dia butuhkan,” ungkap Anna.

Anak yang kurang mendapatkan perhatian, akan merasa kurang dipahami sehingga menjadi sulit dikendalikan. Sebaliknya, ketika anak betul-betul mendapatkan kebutuhannya lewat kedekatan berkualitas, maka akan sedikit mengurangi sikap hiperaktifnya.

“Sama halnya dengan kenakalan remaja. Jika kenakalan di masa kecil berkurang, maka disiplin yang keras di masa remaja akan berkurang. Anak cenderung patuh pada orang tuanya,” tutur Anna.

(cr1/jpg/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds