BPJS Cimahi Masih Terganjal Paradigma Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Cimahi ditargetkan mencapai 100 persen pada 2019.


Target ini terkendala dengan belum dikenalnya program jaminan kesehatan nasional (JKN) di masyarakat yang berbatasan dengan Kota Bandung itu.

Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan (HK2) BPJS Kesehatan Kota Cimahi, Ilman Muttaqien, menjelaskan BPJS Kesehatan Cabang Cimahi membawahi dua daerah, yakni Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hingga saat ini, kepesertaan di dua daerah baru 73 persen untuk Cimahi dan 55 persen untuk KBB. Sedangkan jumlah warga Cimahi sekitar 700 ribu orang, sementara KBB sekitar 1,6 juta.

“Masyarakat berpikirnya pakai BPJS Kesehatan ketika sakit. Belum sakit, ah nanti saja. Ini yang perlu dibangun,” kata Ilman Muttaqien, saat berkunjung ke kantor Radar Bandung (Pojokbandung.com Group), Kamis (30/3/2017).

Dalam kunjungan tersebut, Ilman didampingi Staf HK2 BPJS Kesehatan Cimahi, Deni Harya Prabowo, dan petugas pemeriksa Unit HK2 BPJS Kesehatan Cimahi, Diya Kencana. Mereka diterima langsung oleh General Manager Radar Bandung, Tegar Bagja Anugrah, dan jajaran manajer.

Ilman melanjutkan, paradigma itu terutama harus dibangun bagi masyarakat yang tergolong mampu mengikuti program asuransi. Untuk masyarakat tidak mampu, BPJS Kesehatan sudah memiliki jalurnya sendiri.

“Dari orang yang mampu membayar iuran belum muncul kesadaran. Karena merasa belum sakit. Yang jadi problem, ada yang tidak bayar saat iuran,” ujarnya.

Maka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan siap menggencarkan sosialisasi. Terlebih, 2019 kepesertaan BPJS Kesehatan harus mencapai target 100 persen.

Beberapa program yang siap digenjot antara lain “jemput bola” dengan menyediakan layanan kepesertaan BPJS Kesehatan mobile seperti SIM Keliling.

“Sekarang mulai jemput bola melalui mobil customer service di kantor kecamatan, kita mulai Maret sekarang. Masyarakat harus tahu bahwa di kecamatan mulai buka layanan kepesertaan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Mengenai fasilitas kesehatan (faskes), baik di Cimahi maupun KBB, sudah menerima peserta BPJS Kesehatan. Bentuk faskes terdiri dari klinik, puskesmas, hingga rumah sakit.

(imn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …

Sumber Bantuan Perbaikan RTLH di Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Cimahi segera dilaksanakan. Rencana pelaksanaannya di bulan Maret atau …