Perempuan Berhijab Biru di Inggris Bergandengan Tangan di Jembatan Westminster, Solidaritas untuk Korban Teror

Perempuan Muslim Inggris bergandengan tangan di Jembatan Westminster. (PA via Daily Mail)

Perempuan Muslim Inggris bergandengan tangan di Jembatan Westminster. (PA via Daily Mail)

POJOKBANDUNG.com – Perempuan Muslim di London, Inggris, bergandengan tangan di sepanjang Jembatan Westminster untuk menunjukkan solidaritas kepada para korban serangan teror.


Mengenakan hijab warna biru sebagai simbol perdamaian, aksi itu menarik perhatian masyarakat sekitar. Masyarakat pun mengikuti aksi mereka.

Mereka kemudian melakukan doa bersama selama lima menit tepat ketika Big Ben menyentuh angka 16.00 waktu setempat (22.00 WIB, Minggu 26/3).

Tiga orang tewas dan puluhan lain terluka ketika Khalid Masood si pelaku teror menabrak orang-orang yang berada di jembatan. Masood kemudian menabrakkan mobilnya ke pagar pembatas Gedung Parlemen Inggris, menusuk polisi yang sedang bertugas, sebelum tewas ditembak polisi, Rabu (22/3/2017).

Aksi doa bersama yang dihelat Women’s March di London, dilaksanakan setelah muncul foto perempuan berjilbab yang melintasi seorang korban yang sedang mendapatkan pertolongan.

Foto yang langsung viral itu mendapatkan berbagai komentar. Ada yang menghujat perempuan tersebut karena dinilai tidak peduli dengan keadaan sekitar. Sebab, saat lewat, perempuan itu tetap melihat layar teleponnya.

Ada juga yang mengatakan kalau raut wajah perempuan tersebut menggambarkan ketakutan dan dia sedang menghubungi keluarga demi memastikan keselamatan mereka.

Perempuan dalam foto tersebut pun langsung merilis pernyataannya.

Foto ini yang kemudian menjadi viral dan mendiskriditkan perempuan Muslim. (PA via Daily Mail)

Foto ini yang kemudian menjadi viral dan mendiskriditkan perempuan Muslim. (PA via Daily Mail)

“Tidak hanya saya merasa hancur dengan kenyataan bahwa kita menghadapi teror, saya juga mengalami shock karena foto saya terpampang di hampir semua media sosial dan dikomentari oleh mereka yang tidak bisa melihat saya di luar busana yang saya kenakan. Mereka semua mengambil kesimpulan berdasarkan kebencian dan xenofobia,” katanya kepada Tell MAMA, organisasi yang berbasis di Inggris dan memonitor serangan anti-Muslim.

Loading...

loading...

Feeds