Bocah 3 Tahun Tewas Disiksa, Ibu Kandung dan Ayah Tiri Jadi Tersangka

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Kalvin Alviansyah (3) tewas dengan penuh luka lebam. Bocah malang itu diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ayah tirinya.


Warga Kampung Pasir Pasirborondong Rt 06/11 Desa Ciptaharja, Cipatat, Kab Bandung Barat itu ditemukan tergeletak di ruang tengah rumahnya dengan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya, Sabtu (25/3/2017) dini hari.

BACA JUGA:

Kejam! Bocah 3 Tahun Disiksa dan Diinjak-injak Ayah Tiri Hingga Tewas

Waspada! Kawasan Lembang Diintai Gempa Berkekuatan Besar

Pasca kejadian, Polres Cimahi berhasil menangkap dua pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas setelah sempat melarikan diri pascakejadian.

Keduanya tak lain adalah ibu kandung Ani Cahyani (20) serta ayah tiri korban, TB Hadi Komala (25). Keduanya diciduk Satreskrim Polres Cimahi di tempat persembunyiannya di salah satu vila di kawasan Pacet Cipanas Cianjur, Senin (27/3) pagi.

Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi menerangkan, kedua pelaku kabur usai mengetahui Kalvin tewas.

Sebelumnya diberitakan, ayah tiri korban menganiaya Kalvin dengan dalih mengobati sakit korban. Sakit yang diderita korban, menurut pengakuan kedua pelaku karena diteluh ayah kandungnya sendiri.

Ade menduga ibu kandung korban terlibat membantu suaminya, dan keduanya melarikan diri pascamengetahui Kalvin meninggal dunia.

“Kami tetapkan dua tersangka karena diduga sudah melakukan penganiayaan secara bersama-sama hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Ade, Senin (27/3).

Dari hasil penyelidikan, Ade menjelaskan, ayah tiri korban mengaku punya keahlian supranatural dan menganggap anak tirinya terkena guna-guna ayah kandung yang tidak ikhlas dia menikahi ibu kandung korban.

Pengobatan itu dilakukannya dengan memukul bagian dada dan kepala Kalvin dengan tangan kosong, Korban yang tidak berdaya lalu dilempar dan diinjak, korban juga diseret ke kamar mandi.

“Usai dianiaya menggunakan tangan kosong, Korban direndam dalam ember cat,”ungkapnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku terkena Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3 dan 4. tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia dengan ancaman penjara paling sedikit 15 tahun dan maksimal 20 tahun. (ca/bie/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …