Sulit bagi Ridwan Kamil Jika Maju Pilgub Jabar Lewat Jalur Independen

Ridwan Kamil (Foto: Riana Setiawan)

Ridwan Kamil (Foto: Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Unpad Muradi, menilai sulit bagi Ridwan Kamil untuk maju dari jalur independen pada Pilgub 2018.


Hal itu terkait dengan adanya rencana penggalangan KTP-el yang digagas relawan Ridwan Kamil.

“Jika hal itu dipaksakan, Emil (Ridwan Kamil) yang saat ini diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menjadi calon gubernur 2018-2023 berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan,” ujar Muradi.

Muradi menegaskan, pengumpulan tandatangan itu sangatlah tidak mungkin. Menurutnya, ongkos politik lewat jalur independen tergolong mahal. Bahkan, menurutnya, berkaca dari relawan Ahok, Ridwan Kamil harus mengeluarkan dana puluhan juta perharinya.

“Kecuali ada pengusaha yang mau memberi modal. Katakanlah Rp50 ribu perKTP, belum sama tim yang jalan dan bayar orang per orang, bisa abis di atas Rp300 miliar buat tanda tangan dan KTP,” ungkapnya.

Menurutnya, mengingat waktu menjelang pendaftaran Pilgub, maju dari partai merupakan langkah yang tepat dan efektif.

“Kalau partai politik, kakinya sudah ada. Tinggal dikasih uang operasional, mereka jalan. Itu yang membuat partai politik lebih menguntungkan dan hemat secara pendanaan,” katanya.

Sebelumnya, ramai diberitakan, meski sudah didukung Nasdem,  Ridwan Kamil dikabarkan akan maju melalui jalur independen. Bahkan, relawan pendukung Ridwan Kamil tengah gencar menggalang E-KTP di beberapa daerah.

Menurutnya, pencalonan independen menjadi rencana kedua karena dukungan partai yang dideklarasikan belum memberikan keyakinan kuat.

(ca/rmo/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds