Pengamat HAM: Petani Kendang Meninggal di Depan Istana Negara Preseden Buruk bagi Jokowi

Aksi cor kaki petani Kendeng, Jawa Tengah sebagia bentuk penolakan terhadap pembanguan pabrik Semen Indonesia. (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

Aksi cor kaki petani Kendeng, Jawa Tengah sebagia bentuk penolakan terhadap pembanguan pabrik Semen Indonesia. (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com – Petani meninggal di depan Istana Negara saat melakukan aksi cor kaki atau Dipasung Semen 2 mendapat perhatian banyak pihak. Peristiwa memilukan ini dinilai menjadi preseden buruk bagi Presiden Joko Widodo.


“Itu bukti bahwa ruang dialog yang dilakukan sebagai mediasi atas pembangunan pabrik semen di Rembang tidak berjalan dengan maksimal,” kata Analis Hak Azasi Manusia (HAM) Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga.

Andy menanggapi meninggalnya petani Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, bernama Patmi (48) yang menjadi salah seorang pemerotes pembangunan pabrik Semen di kampung halamannya.

Patmi dan peserta lainnya yang merupakan para petani, terancam akan hak hidupnya. Karena itu, mencari keadilan ke Istana Negara dengan harapan bisa mendapat perhatian langsung dari Presiden Jokowi.

“Seharusnya Presiden Jokowi memveto izin pengusahaan tambang semen di Jawa Tengah yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar Kampung Kendeng tersebut terancam,” tambah Andy.

Padahal, kata Andy, dalam UU No 39 Tahun 2009 Tentang Hak Azasi Manusia, negara bertanggung jawab dalam menjamin hak untuk hidup. Pada pasal 9 dan pasal 17 UU HAM disebutkan negara bertanggung jawab memenuhi hak warganya untuk memperoleh keadilan.

Menurut Andy, aksi di Istana Negara oleh petani tersebut dilakukan sebagai bentuk deadlock-nya jalur dialog dan komunikasi dengan aparatur negara di Jawa Tengah.

“Kami minta Presiden Jokowi untuk bersikap dan bertindak atas kasus yang menimpa para petani Kendeng tersebut,” tandas Andy.

(imn/one/pojoksatu/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds