Kisah Sabar Nababan, Pernah Bicara dengan Jin dan Tuhan

Sabar Nababan, seorang dosen di Universitas Mataram mengaku jadi Tuhan di Agama Angkasa Nauli (SIRTU/LOMBOK POST)

Sabar Nababan, seorang dosen di Universitas Mataram mengaku jadi Tuhan di Agama Angkasa Nauli (SIRTU/LOMBOK POST)

POJOKBANDUNG.com – Sabar Nababan, pria asal Medan yang mendeklarasikan penggagas agama baru bernama Angkasa Nauli terus memantik reaksi publik. Siapa sebenarnya Sabar?


Dia tinggal di Mataram dan menjadi dosen, ternyata dia dikenal sebagai pribadi yang baik. Ia ngajar di Fakultas Teknik, Universitas Mataram dan memilih meninggalkan agama yang dianut sebelumnya.

Mencari Sabar di kampus Universitas Mataram tidaklah sulit. Namanya telah cukup dikenal oleh semua kalangan. Maklum saja, pria yang akrab disapa Sabar ini cukup lama jadi dosen.

Sabar Nababan, saat ditemui Radar Lombok (grup Pojokbandung) sedang berada di salah satu ruangan dosen. Dia tidak sendiri, banyak dosen lain yang mengabdi di kampus tersebut tengah duduk santai.

Sabar baru selesai melaksanakan tugasnya mengajar. Kedatangan awak media juga disambut Sabar dengan baik.

Beberapa dosen yang sebelumnya bersama Sabar, keluar dari ruangan tersebut.

Sikap teman-teman Sabar di kampus Unram juga masih hangat. Sabar tidak terlihat diasingkan atas atas sikapnya mendeklarasikan agama baru.

“Teman-teman di sini tetap baik kok, tidak ada perubahan, walaupun kemarin saya sudah diperiksa oleh semua pihak seperti camat, polisi dan lain-lain,” kata Sabar, santai.

Sabar menjadi dosen di Unram sejak 1 Maret 2000 silam. Pria kelahiran Sumatera Utara ini menyelesaikan S1 di Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Teknik Elektro, kemudian melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada jurusan yang sama.

Saat melanjutkan pendidikan S3 ke Denmark, disitulah Sabar menghadapi masalah yang merubah hidupnya.

Menurut cerita pria kelahiran 13 Juli 1971 ini, pendidikannya tidak bisa dilanjutkan karena banyak jin yang datang mengganggunya. Saat itu, dirinya juga sudah pandai berbicara dengan yang disebutnya Tuhan Jahowa.

Loading...

loading...

Feeds