Cegah Terorisme, Ridwan Kamil Ingin Polisi Latih Warga

Walikota Bandung Ridwan Kamil saat kejadian aksi teror bom panci di Kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo.

Walikota Bandung Ridwan Kamil saat kejadian aksi teror bom panci di Kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pasca ledakan bom panci di Kelurahan Arjuna beberapa waktu lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menemui Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, Selasa (7/3).


“‎Saya datang ke sini, ingin memberikan suatu inovasi terkait pendeteksian terhadap rawan terorisme di masyarakat,” ujar Ridwan Kamil yang ditemui usai pertemuan dengan kapolda.

Cara yang ditawarkan Emil adalah, dengan melibatkan ornamen masyarakat di tingkat RT dan RW untuk bisa dilatih oleh kepolisian agar dapat mendeteksi atau mencegah munculnya aksi teror sebelum terjadi.
“Ya intinya kita meminta bantuan Polda untuk melatih ornamen masyarakat agar diberi pengetahuan dalam mendeteksi bahaya terorisme dari dalam masyarakat ,” ujarnya

Emil berharap akan ada sebuah buku saku bagi warga untuk dapat dijadikan pedoman mengenali gerak-gerik pelaku terorisme di kalangan masyarakat.

“Bila nantinya anggota masyarakat tersebut diberikan bekal pengetahuan intelejen atau trik-trik untuk mendeteksi bahaya rawan teroris nantinya akan dapat bekerja sama dengan brigadir RW,” tegasnya.

Emil mengatakan, ide ini muncul berkaca dari semangat kolaborasi dari masyarakat Kota Bandung dan mengarahkannya ke sektor keamanan.

“Selama tiga tahun masa saya memimpin gaya kompak dan kolaborasi Bandung Juara merupakan semangat khas Kota Bandung, contoh saat KAA (Konferensi Asia Afrika) saya minta tiga ribu relawan tapi datang 15 ribu, makanya dengan semangat gotong-royongnya akan diarahkan ke keamanan lingkungan masyarakat,” tegas Emil.‎

Sementara, Kapolda Jabar Irjen (Pol) Anton Charliyan mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi sekali apa yang disarankan Emil.‎

“Saya sangat apresiasi inovasi ini, dan kemarin juga keberhasilan itu adalah bantuan masyarakat juga,” katanya.

Anton mengatakan, dirinya sangat mendukung inovasi ini, karena dalam dua bulan ini gerakan radikal ini sangat masif dan cepat sekali meracuni warga.‎

“Dengan adanya tim penanggulangan teroris tingkat RT-RW ini maka akan menjadi pilot project di Jawa Barat, khususnya serta Indonesia umumnya karena terorisme sekaramg bukan hanya merasuk ke kalangan yang berpendidikan tetapi juga ke kalangan bawah,” tutur Anton.

Anton menambahkan unsur aparat kepolisian terutama Kota Bandung khususnya dan Jabar umumnya akan sangat terbantu dengan inovasi ini.

“Partisipasi yang luar biasa ini akan sangat membantu kepolisian karena anggota Densus di Bandung cuma ada 40 orang, se Jabar paling 100 orang,” tegasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds