80 Persen Kirmir Sungai di Kota Bandung Dibangun Rumah Warga

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Hampir 80 persen kirmir dari 46 sungai di Kota Bandung dibangun rumah warga.


“Sebagian besarnya rawan ambrol,” ujar‎ Kasi Pemeliharaan dan Drainase Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung‎, Deni Saputra, kepada wartawan, Selasa (10/3).

Deni mengatakan, setidaknya ada lima titik kirmir yang dianggap paling rawan ambrol‎. Mayoritas di sepanjang Sungai Cikapundung dan Sungai Citepus.

“Termasuk di kawasan Malabar dan Pagarsih yang paling rawan ambrol,” terangnya.

Deni mengakui, selama ini, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk pencegahan ambrolnya kirmir. Karena selain usianya yang sudah ratusan tahun, masalah bangunan yang berdiri di kawasan tersebut menjadi kendala.

“Memang tidak bisa dilakukan pemeliharaan. Jadi yang bisa kami lakukan adalah menunggu roboh saja,” tegasnya.

Menurut Deni, jangankan untuk melakukan revitalisasi kirmir, ‎ untuk mengangkut material dari lokasi ke jalan, dan untuk mengevaluasi jenazah dari lokasi ke jalan juga kesulitan.

“Kalau kita mau mengangkut material, reruntuhan dari lokasi runtuhnya kirmir ke jalan, akan sulit. Lantaran, jalan yang sempit,” tegasnya.‎

Antisipasi yang bisa dilakukan oleh Pemkot Bandung, adalah memberikan sosialisasi kepada warga, akan bahaya membuat bangunan di atas kirmir.

“Sayangnya tidak semua warga cukup peduli dengan sosialisasi itu. Sehingga banyak dari mereka yang menolak pindah walaupun resikonya nyawa,” papar Deni.

Untuk revitalisasi kirmir, lanjut Deni, tahun 2016 dianggarkan Rp14 miliar. Alokasi ini, digunakan untuk merawat sekitar 200 titik kirmir yang sudah banyak retakan. Dan membangun kirmir yang roboh di 40 titik .
Sayangnya, tahun ini anggaran itu dipotong, hingga disisakan Rp4 milyar, pasalnya alokasi dana dipindahkan untuk membangun kolam retensi. Padahal selama Maret saja sudah ada lima kejadian kirmir ambrol dan harus diperbaiki.

“Jadi, kalau nanti ada kirmir ambrol lagi‎, untuk memperbaikinya harus nunggu APBD perubahan,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Banung, Yossi Irianto mengatakan, pengalihan alokasi dana untuk revitalisasi kirmir ke pembangunan kolam retensi tidak masalah.

“Ini kan sama-sama penanggulangan masalah banjir,” katanya.

Hal ini dilakukan, salahsatunya agar upaya penanggulangan banjir memiliki tolak ukur yang jelas.
Untuk penanggulangan kormor roboh jika ada korban, Yossi mengatakan, Pemkot Bandung sudah memiliki dana alokasi untuk penanggulangan bencana Rp5 miliar.

“Belum lagi, ada dana di kewilayahan dan di Dinas Pencegahan Kebakaran dan Penanggulangan Bencana,” pungkasnya. (mur)‎

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …