Disdik Gaet Dunia Usaha, Target 50 Ribu Lulusan SMK Bersertifikasi

Bunda Literasi Jawa Barat, Netty Heryawan berfoto bersama siswa usai memberikan motivasi menghadapi Ujian Nasional di SMAN 11 Bandung. (ist)

Bunda Literasi Jawa Barat, Netty Heryawan berfoto bersama siswa usai memberikan motivasi menghadapi Ujian Nasional di SMAN 11 Bandung. (ist)

POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat berusaha meningkatkan mutu pendidikan, terutama tingkat SLTA (SMA/SMK). Hal ini agar para lulusan SLTA dapat bersaing dalam lapangan kerja.  Ke depan, lulusan SLTA, terutama  SMK, tidak menjadi penyumbang angka pengangguran.


Kepala Disdik Jawa Barat, Dr Ahmad Hadadi mengatakan, era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kemahiran. Untuk itu, Disdik Jabar akan melakukan berbagai terobosan dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai dunia usaha dan industri.

Dengan demikian, lulusan SLTA, khususnya SMK di Jabar, begitu lulus,  benar-benar sudah siap pakai, bersaing dengan memiliki keterampilan dan bersertifikasi sesuai dengan jurusannya.

Kadisdik Jawa Barat Ahmad Hadadi

Kadisdik Jawa Barat Ahmad Hadadi

“Hal ini sesuai dengan harapan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan bahwa sejak alih kelola SMA/SMK ke provinsi pada awal Jaunuari 2017.  Pemerintah Provinsi Jabar akan terus meningkatkan mutu pendidikan.  Salah satunya, dengan melengkapi sarana-prasana pendidikan, baik berupa gedung maupun peralatan praktek,” kata Ahmad Hadadi, di ruang kerjanya, Disdik Jabar, Rabu (22/2) lalu.

Terkait pembiayaan, kata Hadadi, dapat dianggarkan dalam APBD Jabar maupun minta dukungan dari APBN atau meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha dan industri, seperti pihak dunia usaha industri menempatkan peralatan praktek di sekolah-sekolah.

“Tahun ini kami akan secara massif menjalin kerjasama dengan semua kalangan, baik dunia usaha maupun industri. Hal ini penting, agar lulusan SMK di Jabar selain mendapatkan STTB/ijazah, juga mendapatkan sertifikat dari institusi yang berkompeten dan terakui,” ujar Hadadi.

Saat SMA/SMK masih di bawah Disdik kabupaten/kota, lanjut dia, sebenarnya sudah cukup banyak lulusan SMK di Jabar diminati oleh bebera pelaku industri. Namun, tidak sedikit juga lulusan SMK tidak mampu bersaing dalam lapangan pekerjaan.

“Untuk itu, kami ingin lulusan SMK di Jabar benar-banar mampu bersaing dan memiliki keterampilan. Bahkan kita sudah merancang pola pendidikan di SMK itu 30 persen teori dan 70 persen praktik, sehingga begitu lulus sudah memiliki keterampilan,” ujarnya.

Hadadi mengatakan, lulusan SMK di Jabar tidak hanya mempu bersaing dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Bahkan, Gubernur Jabar mengistilahkannya “Jabar Mengembara”. Salah tujuan “Jabar Mengembara” adalah agar masyarakat Jabar yang akan bekerja di mana saja memiliki bekali lmu pengetahuan dan keterampilan.

“Selama ini masih cukup banyak migran Jabar menjadi buruh kasar di berbagai provinsi maupun luar negeri. Untuk itu, kami akan berikan berbagai pengetahuan dan keterampilan selama bersekolah, sehingga ke mana pun mereka akan bermigran, benar-benar sudah memiliki bekal keterampilan dan kemampuan keahlian,” tandas Hadadi. 

Loading...

loading...

Feeds

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …