Oh… Ternyata Dua Orang Ini yang Bikin Harga Cabai Meroket

Bareskrim Polri merilis penangkapan dua pengepul, Jumat (3/3/2017) yang memonopoli harga cabai rawit merah. Foto: Fathan Sinaga/JPNN

Bareskrim Polri merilis penangkapan dua pengepul, Jumat (3/3/2017) yang memonopoli harga cabai rawit merah. Foto: Fathan Sinaga/JPNN

POJOKBANDUNG.com – Bareskrim Polri akhirnya menangkap dua pengepul yang memonopoli harga cabai rawit merah yang berbuntut kelangkaan di Pasar Induk Jakarta. Dua tersangka itu berinisial SIN dan SNO.


Kasubdit Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Kombes Hengki Hariyadi mengatakan, pelaku berprofesi sebagai pengepul cabai rawit merah.

Keduanya juga bermufakat dengan pengepul besar di wilayah Jawa Timur untuk mengontrol persediaan cabai.

Seperti menahan dan menjual hasil cabai rawit merah ke perusahaan-perusahaan besar.

“Mereka secara bersama-sama bersepakat menetapkan harga cabai merah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata dia di kantor sementara Bareskrim di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2017).

“Mereka juga menjual cabai rawit merah kepada perusahaan-perusahaan pengguna cabai rawit merah, sehingga cabai yang seharusnya diperuntukkan oleh konsumen pasar beralih distribusinya,” sambung dia.

Akibat ulah kedua pengepul ini, kata Hengky, harga cabai rawit merah melambung tinggi hingga Rp 150 ribu.

Sebab, akibat tindakan pelaku, pasokan cabai rawit merah menjadi langka di Jakarta.

“Persediaan cabai rawit merah sebenarnya cukup berdasarkan keterangan dari Ditjen Holtikultura Kementan. Dugaan pidana dalam perkara ini adalah adanya penetapan harga yang tidak sesuai,” jelasnya.

Menurut Hengky, tindakan kedua pengepul memonopoli harga cabai, terjadi sepanjang Desember 2016 sampai Februari 2017.

“Penyidikan belum berhenti sampai di sini. Kami menduga masih ada pihak yang bekerja bersama pelaku,” jelas dia.

Keduanya dikenakan Undang-undang nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat junto Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. (imn/mg4/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …