Survei Instrat: Mayoritas Warga Jabar Tidak Setuju Tindak Kekerasan Atas Nama Agama

Ilustrasi toleransi antar umat beragama. Foto: NU Online

Ilustrasi toleransi antar umat beragama. Foto: NU Online

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hasil survei yang dilakukan Indonesia Strategic Institute (Instrat), lebih dari 70% warga Jawa Barat (Jabar) tidak setuju dengan tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Analis Senior Instrat, Adi Nugroho mengatakan, warga Jawa Barat sangat toleran dengan pemeluk agama lain. Hal itu ditunjukkan dengan sikap sebagian besar responden yang menyatakan setuju jika ada pendirian tempat ibadah di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Artinya warga Jawa Barat tidak terlalu memperhatikan simbol-simbol keagamaan,” kata Adi, dalam komperesnsi persnya, di Bandung, Kamis (2/3/2017).

Instrat melakukan survey potret religiusitas dan tolerasi dengan melibatkan 1.600 responden di 253 desa, 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat dengan metode multi random sampling.

Margin eror dari survei itu 2,49 persen. Dalam survei itu juga disodorkan  pertanyaan tentang setuju tidaknya di Jawa Barat diterapkan syariat Islam.

Hasilnya, 4,56% responden menyatakan sangat tidak setuju, 36,81% tidak setuju, 40,63% setuju dan 13,31% menyatakan sangat setuju.  (atp/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds