Wah Kok Ada Ya PNS Pemda yang Punya Duit 195 Miliar

POJOKBANDUNG.com – Seorang PNS terdeteksi punya duit Rp195 miliar. Uang itu diduga dari hasil dari penyelundupan baby lobster.


Hal itu hasil pengendusan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Bareskrim Polri.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina menjelaskan bahwa memang ada seorang PNS yang dideteksi memiliki uang segitu besar.

Ia mengatakan, temuan tersebut sesuai instruksi dari Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

”Saya dapat pesan dari Ibu Menteri untuk menyampaikan adanya PNS yang memiliki rekening gendut karena baby lobster,” tegasnya.

Soal siapakah PNS tersebut, dia mengaku belum bisa mengungkapkannya dengan jelas.

Menurutnya, KKP pada awalnya menyerahkan sejumlah nama pada Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK).

”Dari sejumlah nama itu, baru diketahui ada satu ini seorang lelaki dan profesinya PNS,” tuturnya.

Menurutnya, yang pasti KKP bersama Bareskrim akan berupaya memiskinkan para penyelundup baby lobster.

Kerugian negara begitu besar akibat penyelundupan tersebut. ”Siapa pun akan ditindak, tidak terkecuali,” ungkapnya.

Sementara Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikaran (PSDKP) Eko Djalmo Asmadi menuturkan, PNS itu berdinas di salah satu pemerintah daerah (Pemda).

Tentunya, oknum semacam itu tidak akan dibiarkan. ”Pemda ya, nanti kalau sudah akan disampaikan,” terangnya.

Sementara Wakabareskrim Polri Irjen Antam Novambar mengatakan, temuan ini baru tahap awal, belum yang bisa diungkapkan.

Yang pasti, kata dia, PNS ini akan segera ditangkap. ”Secepatnya kami tangkap,” tegasnya.

Menurutnya, sindikat penyelundupan baby lobster itu penjahat yang sangat egois.Sebenarnya, baby lobster itu masih bisa ditunggu untuk dipanen, tapi justru baby lobsternya diambil.

”Kalau baby lobsternya yang diambil, keuntungan hanya pribadi. Tapi, kalau lobsternya, nelayan juga kebagian kesejahteraannya,” terangnya.

Harga Baby Lobster itu saat dibeli dari nelayan sekitar dua dollar AS. Namun, di luar negeri harganya berlipat menjadi Rp60 ribu hingga Rp135 ribu. (imn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …