Bom Panci di Bandung Tunjukkan Aksi Teror Makin Liar

Anggota Densus 88 melakukan penyergapan Foto: Ramdhani/Radar Bandung

Anggota Densus 88 melakukan penyergapan Foto: Ramdhani/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Aksi teror bom panci kembali meletup. Residivis kasus teror bernama Yayat Cahdiyat meledakkan bom panci dengan kekuatan low explosive di Lapangan Pandawa dan meneror pegawai kelurahan Arjuna, Bandung. Dalam waktu kurang dari dua jam, polisi mampu melumpuhkan pelaku, Senin (27/2/2017).


Untuk sementara diketahui pelaku adalah Yayat Cahdiyat, 42 asal Purwakarta. Pelaku merupakan residivis kasus teror latihan militer di Aceh. Perannya memberikan dukungan dalam aksi pelatihan tersebut dan didakwa pada 2012 dengan hukuman 3 tahun penjara dan bebas pada 2015.

Pengamat Terorisme Muhammad Jibriel mengungkapkan, aksi yang dilakukan anggota JAD ini menunjukkan pola tertentu. Salah satunya, bila dihubungkan dengan waktu yang begitu dekat dengan rencana kedatangan Raja Arab, maka seakan kelompok teror ini ingin menunjukkan eksistensi mereka. ”Pertanyaannya kan, mengapa sekarang. Mengapa tidak sebelum ini,” ujarnya.

Menurutnya, dari informasi yang diterimanya, Yayat sebenarnya dikenal cukup baik dan sopan. Namun, kemungkinan perangainya berubah semakin ekstrim pasca di penjara karena kasus terorisme.

”Setelah bebas, ruang lingkupnya menjadi sangat sempit. Untuk seorang residivis kasus teror, akses apapun sulit. Dia hanya berjualan bubur. Akhirnya, lingkungannya hanya yang sepemikiran dan ideologinya tidak berubah,” terangnya.

Dia mengingatkan bahwa sebenarnya ada peran dari Amman Abdurrahman dalam aksi tersebut. Menurutnya, JAD itu dipimpin Amman yang memiliki kemampuan untuk mencuci otak dengan pengetahuan agamanya, hafal Al Quran dan sebagainya.

”Seakan-akan jihad yang didengungkan sesuai syariat, padahal justru menyalahi syariat. Aksi semacam ini merupakan aksi sakit jiwa. Jihad itu sama sekali tidak boleh membunuh saudara seagama,” ungkapnya.

Di sisi lain, aksi yang dilakukan Yayat ini juga menunjukkan makin liarnya aksi teror. Kapan saja, dimana saja sudah tidak dipedulikan oleh pelaku teror. ”Dengan aksi yang juga serampangan ini, menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror sudah sangat lemah,” jelasnya. (idr/syn)

Loading...

loading...

Feeds

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …